Jangan Pelit, Belilah Jas Hujan.

Bulan oktober ini, hujan makin sering bahkan hampir tiap hari. Hujannya tidak menentu kadang pagi, kadang sore. baca tips beli jas hujan di bawah ini.

Bagi orang-orang yang sudah mampu membeli kendaraan roda empat, hal ini bukan masalah besar, bukan halangan. Bedalah dengan pengendara motor, panas kepanasan, yah hujan kehujanan. Kalau hanya kepanasan sih, motor masih bisa melenggang bebas di jalan raya, namun beda halnya saat musim hujan. saatnya beli jas hujan.

Saat hujan ada dua pilihan yang bisa dilakukan oleh pengendara motor, terus atau berhenti. Ketika memilih terus berarti siap dengan resiko kebasahan KECUALI kamu punya jas hujan, untuk melindungi badan dari guyuran air hujan. Kalau memilih berhenti, berarti kamu harus berteduh di suatu tempat, menunggu hujan reda sampai waktu yang tidak diketahui, kamu bisa kelaparan, kedinginan, kesepian, kemudian galau dan akhirnya memilih melanjutkan perjalanan dengan menembus hujan. Ujung-ujungnya basah!

Saya kadang heran dengan para pengendara motor yang tidak punya jas hujan, padahal kan mereka tahu kalau kendaraan (motor) mereka tidak bisa melindungi mereka dari hujan. Seringkali saya melihat banyak pengendara motor memilih menepi, berteduh di pinggir jalan ketika hujan. Dalam pikiran saya bertanya apakah mereka tidak mampu membeli jas hujan? Beberapa pengendara motor juga memilih tetap berkendara meski hujan tanpa menggunakan mantel hujan, mungkinkah mereka kurang bahagia di masa kecil?

Padahal yah, jas hujan adalah penolong yang sangat menolong saat kita butuh pertolongan di kala hujan. Coba pikir ketika hujan dan kamu harus berhenti untuk berteduh, kamu tidak tahu akan berteduh untuk berapa lama. Kamu juga bisa saja kedinginan karena hujan berlangsung lama, tambah apes kalau saat berteduh kamu dalam keadaan lapar dan lelah setelah bekerja atau kuliah seharian.

Untuk mereka yang mengalami hal seperti itu, saya PRIHATIN gaes.

Padahal kan enak kalau bisa pulang ke rumah meski dalam keadaan hujan. Di rumah bisa langsung seduh teh hangat, selimutan, rebahan atau ngemil makanan ringan sambil menyaksikan sinetron india yang sekarang ada banyak di tivi. Tapi untuk menikmati itu semua, kamu harus punya alat bantunya, BELI JAS HUJAN.

Berdasarkan keprihatinan,  pengalaman berkendara motor selama

bertahun-tahun dan jam terbang yang cukup banyak dalam dunia perhujanan Indonesia, saya ingin merangkum beberapa tips beli jas hujan bagi kamu yang belum punya atau sudah punya tapi belum klop di hati.

Beli jas hujan yang mahal

Sekarang pilihan jas hujan ada banyak, mulai dari bahan, warna, model hingga harga yang bervariasi. Mulai dari yang berbahan plastic kresek harga sepuluh ribuan hingga yang berbahan nylon campuran harga 300 ribuan. Kenapa saya menyarankan memilih yang mahal? Berdasarkan pengalaman menggunakan benyak jenis jas hujan, ternyata memang jas hujan yang mahal juga berbanding lurus dengan kualitasnya. Sekarang ini saya menggunkan jas hujan seharga 250 ribuan (setelah berjibaku menawar kepada penjualnya), jas hujan yang saya gunakan sekarang ini sudah bertahan hamper dua tahun.

Sebelumnya saya punya jas hujan mulai dari harga sepuluh ribu, 80 puluh ribu, 100 ribuan. Tapi tidak ada yang bertahan lama, paling banter bertahan satu kali musim hujan. Jas hujan berbahan plastic kresek adalah yang paling murah dan paling praktis dibawa kemana-mana , tapi ini seperti pemakaian sekali saja. Belum lagi di bagian tangan agak lebar menyebabkan air hujan bisa masuk ketika angin agak kencang, dan tentu saja gampang robek. Jas hujan yang harga 80 hingga ratusan ribu sih masih lebih bagus, mencegah badan kita basah, tapi sayangnya tetap terasa dingin karena lapisannya yang hanya satu, tapi tetap gampang robek, juga gampang jamuran.

Jas hujan yang saya miliki sekarang, punya dua lapisan. Lapisan paling luar untuk menampis air hujan, lapisan dalam berfungsi untuk menghangatkan badan. Komplitlah pokoknya. Harga yang mahal jadi terasa terbayarkan dengan kualitas dan pemakaiannya yang lama.

Beli jas hujan yang besar

Memililh jas hujan tidak seperti ketika kita memilih baju yang kita kenakan sehari-hari, selalu mencari pakaian yang fit atau pas di badan. Sebaiknya memilih jas hujan yang agak longgar atau besar dari badan kamu, naikkan satu size dari ukuran baju yang kamu gunakan sehari-hari. Saya pernah punya jas hujan yang fit di badan, kesannya sih keren karena seperti memakai jaket biasa, tapi ternyata useless jadinya. Karena barang bawaan saya tetap harus dibungkus menggunakan kresek agar tidak kena hujan, tidak praktis.

Peruntukan jas hujan bukan untuk melindungi badan kita agar tidak kebasahan tapi juga untuk melindungi barang bawaan kita. Karena tidak tahu kapan akan kehujanan, kita tidak bisa memutuskan akan membawa barang yang banyak atau sedikit ketika akan bepergian.

Seperti tidak berguna juga jadinya kalau jas hujan yang kita punya hanya bisa melindungi badan tapi tidak bisa melindungi barang bawaan kita.

Jas hujan yang agak besar bisa dimaanfaatkan untuk melindungi barang bawaan kita, apalagi ketika kita memakai tas punggung, berarti butuh space yang agak besar juga.

Pinjam Saja

Yah kalau kamu sudah kepepet, tidak punya jas hujan tapi musim hujan. Pinjam saja punya teman yang punya jas hujan dengan dua kriteria di atas. Jangan lupa dikembalikan agar dikemudian hari bisa pinjam lagi.

Demikian tiap memilih jas hujan, semoga ada manfaat, kalaupun tidak terima kasih sudah mampir di sini, sekalian baca tulisan lain yang lebih bermanfaat di blog ini.

Similar Posts