Daftar 5 Pengacara Paling Sukses di Indonesia

Ya, pengacara menjadi salah satu pekerjaan yang paling banyak disebut saat pertanyaan perihal cita-cita keluar saat masih di taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Sedangkan kini sudah tercipta pekerjaan baru yang lebih familiar, tetapi konsisten tak mengurangi pandangan banyak orang secara awam dimana dengan menjadi seorang pengacara ialah sebuah kesuksesan.

Upah besar, pengajaran tinggi dan status sosial terpandang ialah hal-hal yang menempel pada imej pengacara kondang. Jadi tak salah kalau hingga ketika ini pekerjaan ini masih menjadi idaman generasi milineal juga.

Buat kau yang ketika ini sedang kuliah di jurusan regulasi ataupun kau yang lagi mencari cita-cita, yuk kenali sosok pengacara kondang Indonesia yang sudah meraih berhasil, kaya dan dapat jadi pandangan baru karirmu, siapa saja mereka?

1. Hotman Paris Hutapea

Siapa tidak ketahui pengacara yang satu ini? Bang Hotman Paris betul-betul tenar dengan gayanya yang flamboyan ini tak  segan-segan memamerkan kekayaan dan kehidupan pribadinya melewati instagram pribadinya @hotmanparisofficial.

pengacara yang lahir di Laguboti, 20 Oktober 1959 ini mempunyai sebagian julukan sebab kesanggupannya dalam menangani kasus regulasi, seperti ‘Raja Kolaps’ dan pengacara Rp30 Miliar.

Hotman Paris juga punya firma regulasi sendiri bernama Hotman Paris Hutapea & Partners semenjak tahun 1999, sebagian ruko di Jakarta, hotel, villa dan sebagian koleksi kendaraan beroda empat mewah seperti Ferrari, Lamborghini, Cadillac Escalade, Bentley, dan Audi yang per unitnya dibandrol miliaran rupiah.

Sedangkan kaya dan terkesan seperti ‘tukang pamer’ tetapi Hotman Paris juga ialah sosok yang menyukai membantu sesama, ia tak segan-segan menjadi seorang pengacara untuk sebuah kasus yang menjerat orang-orang kelas ekonomi kebawah yang tak punya uang untuk menerima perlindungan regulasi.

Lewat acara nongkrong ‘Kopi Joni’nya ia bercerita melewati sosial medianya bahwa ia tak jarang mendapatkan orang-orang dari kalangan bawah untuk dibantu dalam hal regulasi. Ia bahkan mengakui tak jarang dibayar cuma dengan kripik, kudapan manis serabi malah tak di bayar sama sekali.

Hotman menandakan bahwa tugas pengacara yang benar ialah ia yang menjunjung tinggi kebenaran bukan cuma upah saja.

2. Hotma Sitompul

Hotma juga tak keok hebat namanya di dunia regulasi Indonesia. Saudara kandung dari pengacara sekalian politikus ternama Ruhut Sitompul ini dapat dikatakan menjadi salah satu pengacara paling kontroversial di Indonesia ini juga mempunyai upah yang tinggi untuk tiap penanganan kasus yang ia pegang, upahnya dapat menempuh sampai ratusan juta rupiah per kasusnya.

Sebagai salah satu pengacara terbaik di Indonesia, Hotma juga pernah menangani kasus-kasus sensasional seperti tuduhan pengaplikasian narkoba oleh pekerja seni Raffi Ahmad dan kasus penghilangan nyawa orang lain gadis kecil Engeline oleh Margariet di Bali.

Ayah kandung dari eks vokalis band, Bam Samson ini tak jarang dibayar sampai ratusan juta rupiah untuk tiap kasus yang ditanganinya. Tak cuma itu Hotma Sitompul juga mempunyai firma peraturannya sendiri Hotma Sitompoel & Associates dan sebagian aset investasi properti yang tersebar di sebagian mall besar di Jakarta.

Meskipun telah berhasil dan kaya, Hotma konsisten membuka institusi sosial bersama putrinya dimana orang yang berada pada ekonomi menengah ke bawah untuk menerima konsultasi dan perlindungan regulasi secara tidak dipungut bayaran adalah Institusi Bantuan Tertib Mawar Saron. Demi membiayai dana operasional dari institusi ini Hotma bahkan pernah memasarkan sebagian koleksi kendaraan beroda empat mewahnya supaya institusi ini konsisten berjalan lancar.

3. Elza Syarief

Menjadi satu-satunya wanita di daftar ini, nama Elza Syarief menjadi tenar sebagai pengacara sebab banyak keterlibatannya dalam menangani kasus regulasi milik pekerja seni-pekerja seni tenar Indonesia. Yang paling melesatkan namanya sebagai pengacara saat menangani kasus perceraian mendiang Adjie Massaid dengan penyanyi Reza Artamevia yang ketika itu banyak di beritakan di Kaca Indonesia.

Wanita kelahiran 24 Juli 1957 ini kecuali berhasil menjadi pengacara dia juga ialah seorang ibu, pemilik dari firma peraturannya sendiri dan juga pebisnis, ia sudah berhasil melakukan bisnis pertambangan batu bara, zeolit, dan andesit di Sumatera serta Kalimantan, perkebunan sawit di Lampung dan Kalimantan dan resor di Raja Ampat, Papua. Di sana Elza juga mempunyai usaha penyewaan yacht dan super yacht.

Wanita tangguh dan mandiri ialah sebutan yang cocok di sandang Elza. Kesibukannya sebagai seorang pengacara tak serta merta mengurangi perannya sebagai seorang ibu rumah tangga dan juga menjadi seorang pengusaha berhasil.

4. Todung Mulya Lubis

Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., LL.M. ialah seorang pakar regulasi dan Guru Besar Tertib Pidana di Universitas Sumatera Utara serta penggiat pembela hak-hak asasi Indonesia. Dalam karir politiknya sudah banyak menangani kasus berhubungan dengan HAM seperti penolakan kepada pembangunan TMII yang lebih diprioritaskan dari pada kesejahteraan para guru pada tahun 1975 dan kasus pelanggaran HAM di Timor Timur pada tahun 1999.

pengacara senior ini juga tercatat sebagai salah satu deklarator pembetukan divisi Perlindungan HAM di LBH (Institusi Bantuan Tertib) yang bertugas untuk melindungi hak-hak asasi masyarakat Indonesia. Hingga ketika ini sosok Todung tak cuma sebagai pengacara kelas atas tetapi juga penggiat pembela HAM yang paling berimbas di Indonesia.

Kini Todung tak terlalu aktif lagi bekerja sebagai pengacara dan sudah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia,  ia dipilih menjadi duta di Norwegia dan dilantik lantas  Presiden Jokowi pada tanggal 22 Februari 2018.

Sedangkan demikian itu, ia masih belum melepas segala karirnya di dunia regulasi Indonesia, sebab ia masih menjadi pemilik The Law Office of Mulya Lubis and Partners atau yang lebih diketahui dengan nama Lubis Santosa and Maulana Law Offices dan sudah melahirkan pelbagai karya tulis perihal regulasi dan HAM.

5. Frans Hendra Winarta

Frans Hendra Winarta ialah ketua awam dari Peradin (Persatuan Pengacara Indonesia) jangka waktu 2013-2017. Ia menjadi salah satu pengacara ternama Indonesia sebab rate keberhasilannya dalam tiap menangani kasus regulasi betul-betul tinggi, jarang tertimpa skandal dan ialah salah satu pengacara yang disegani dikalangan pengacara lainnya.

Frans diketahui sebagai seorang pengacara yang senantiasa mengontrol teguh hati nurani. Dia berani menolak kasus kalau tahu kliennya memang bersalah. Sebab idealismenya sebagai pengacara dia tak jarang mendapatkan intimidasi dan ancaman seperti penembakan yang dilaksanakan sebagian orang tak di ketahui di kantornya. Sedangkan demikian itu, ia konsisten melakukan profesinya sebagai pengacara dengan jujur dan profesional.

Sebagai pengacara berhasil ia sudah sebagian penghargaan nasional ataupun internasional antara lain sebagai pengacara yang dianjurkan sebagai Praktisi Penyelesaian Konflik (Dispute Resolution) di Indonesia, tahun 2003-2004, sebagai Lawyer Bisnis Terkemuka (Pilihan Penyelesaian Konflik), 2005 Informasi Lawyer Bisnis Terkemuka (Leading Lawyers Informasi) diterbitkan di Asialaw Lawyer Terkemuka 2005 dan sebagai lawyer yang dianjurkan oleh Asialaw, edisi 2005

Similar Posts