Kuliner Khas Non Halal Di Indonesia

Bipang ambawang saat ini menjadi perbincangan hangat netizen berkat viralnya pidato Presiden Jokowi yang mempromosikan makanan non hal tersebut  untuk dijadikan santapan di hari lebaran nanti,

Ternyata banyak dari masyarakat Indonesia yang belum mengenal sejumlah makanan khas Indonesia yang ternyata mengandung bahan-bahan yang tidak halal bagi beberapa kalangan khususnya umat muslim, Hal ini mengharuskan kamu mengetahui apa saja makanan non halal  yang ada di Indonesia , Berikut daftar makanan non halal dari beberapa daerah yang dapat umat Muslim hindari.

  1. Sayur Pangi

Sayur Pangi sangat terkenal di Manado, Pangi adalah sayuran daun kluwak yang dirajang halus dan dikukus hingga warnanya berubah menjadi hitam. Dicampur dengan irisan daun bawang, daun jeruk, garam, serta bumbu yang sudah ditumbuk kasar yaitu bawang merah, cabai, dan jahe.

Sayur pangi dimasak dengan cara dimasukkan ke dalam buluh bambu lalu dibakar. Tawak atau lemak babi biasanya ikut dimasukkan ke dalam buluh bambu, untuk melembutkan daun pangi. Setelah matang tampilan sayur ini berwarna hitam dan agak kering. Cita rasanya pedas dan pahit bercampur jadi satu.

  1. Ambokueh

Ambokueh merupakan makanan yang sudah cukup langka dari  Bandung, Ambokueh berbahan dasar tepung beras dan disajikan lapciong, kuping babi, ngohiong, tahu goreng, telur, dan timun. Bahan-bahan tersebut disiram dengan kuah manis kental, seperti lem aci, lalu ditambahkan sambal dan bawang putih.

  1. Ci Cong Fan

Ci Cong Fan adalah salah satu makanan khas Medan, yang berbentuk lembaran, mirip kwetiaw. Kudapan ini dibuat dari tepung beras dan tang mien ada juga ci cong fan yang memiliki isian daging babi atau sapi. Biasanya disajikan dalam potongan dan disiram kecap asin atau saus asam manis pedas. Tak lupa taburan bawang garing

  1. Ragey

Di Sulawesi Utara terdapat sate khas bernama ragey, yaitu sate daging babi berukuran jumbo. Layaknya sate pada umumnya, ragey juga diproses dengan cara ditusuk-tusuk lalu dibakar. Penggunaan bahan pendukung seperti rempah-rempah mendukung cita rasa ragey menjadi bertambah lezat.

  1. Sawansrai

Minuman yang dihasilkan dari fermentasi air pohon kelapa yang sudah tua ini menjadi minuman khas orang Papua. Layaknya tuak dan arak, swansrai memiliki kadar alkohol lumayan tinggi, yakni berkisar 20-30 persen. Swansrai banyak dijumpai di daerah Biak. Swansrai diminum untuk keakraban. Misalnya disajikan untuk tamu atau kerabat dekat yang datang ke rumah.

Similar Posts