Dampak Perekonomian Akibat Perang Rusia Dan Ukraina

2 minutes, 47 seconds Read

Perselisihan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina tak cuma berimbas secara jasmani, tetapi juga berdampak ke perekonomian global. Analisis ini terjadi sebab ekonomi global saling terhubung satu sama lain.
Invasi yang dilaksanakan Rusia kepada Ukraina akan menghalangi pemulihan ekonomi dampak pandemi covid-19 di wilayah Eropa dan global.

Segera, imbas ekonomi apa saja yang akan terjadi dampak ketegangan ekonomi kedua negara hal yang demikian?

1. Harga Minyak Dunia

Serangan Rusia ke Ukraina sudah memberi pengaruh harga minyak dunia. Rusia sendiri ialah negara yang kaya dengan sumber kekuatan tenaga.

Rusia bisa memproduksi 9,7 juta barel minyak per hari. Catatan hal yang demikian menempatkan Rusia sebagai negara penghasil minyak kedua terbesar sesudah Amerika Serikat (AS).

JP Morgan memperingatkan bahwa bila ada aliran minyak Rusia yang terganggu oleh krisis, karenanya harga minyak dapat dengan gampang melonjak menjadi US$120 per barel.

Bila ekspor minyak dari Rusia berkurang setengahnya, harga minyak mentah akan melonjak sampai US$150 per barel.

2. Ancaman Inflasi

Ketegangan Rusia dengan Ukraina bisa membikin inflasi di sebagian negara memburuk. Bila minyak naik menjadi lebih dari US$100 per barel, tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) secara tahunan dapat naik sampai 10 persen.

Harga minyak yang tinggi tentu akan dibebankan terhadap perusahaan sampai konsumen. Kecuali tenaga, komoditi lain bisa mengalami gejolak harga seperti logam, alumunium, dan paladium.

“Seluruh ini akan terjadi pada ketika pasokan komoditi lebih tertekan ketimbang sebelumnya dalam sebagian tahun terakhir,” kata Kepala Taktik Global JPMorgan Funds David Kelly dikutip dari CNN Business, Kamis (24/2).

3. Gejolak Pasar Saham

Dikala ini pemodal tengah konsentrasi kepada gejolak Rusia dan Ukraina. Petunjuk-petunjuk eskalasi perang membikin pemodal membendung transaksi di pasar saham.

Pemodal berpotensi melaksanakan aksi jual besar-besaran. Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia dan inflasi sebab aksi militer Rusia membikin pemodal kuatir dengan progres pemulihan ekonomi di dunia.

Ketidakstabilan pasar juga bisa merusak kepercayaan di antara konsumen dan pelaku bisnis.

4. Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Perselisihan seperti invasi dan peperangan memang bisa mengganggu stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. Analisis ini dikhawatirkan bisa terjadi pada invasi yang dilaksanakan Rusia.

AS kuatir ketegangan antar kedua negara bisa memperburuk pemulihan ekonomi negaranya, memperburuk inflasi, dan meningkatkan ketidakpastian.

Jika mengemukakan jika lonjakan harga minyak dunia meraba US$110 per barel, karenanya akan mengurangi PDB AS sebesar 1 persen.

Memang tak sedramatis pengaruhnya kepada inflasi, tapi masih signifikan mengingat ekonomi AS belum sepenuhnya pulih dampak pandemi.

5. Kenaikan Suku Bunga

Bila inflasi melonjak di atas 10 persen, tentu The Fed akan mengontrol harga dengan menaikkan suku bunga yang lebih kencang.

Kenaikan suku bunga yang akan datang dari The Fed akan meningkatkan tarif pinjaman bagi konsumen dalam seluruh hal. Tetapi seumpama, seperti hipotek, pinjaman kendaraan beroda empat, sampai kartu kredit.

The Fed bisa memilih untuk menyampingkan peningkatan inflasi cuma sebagai fenomena sementara yang didukung oleh keadaan Rusia-Ukraina. Jika, taktik itu tak berjalan dengan bagus tahun lalu, di mana The Fed walhasil menyampingkan deskripsi “sementara” seputar inflasi berhubungan pandemi.

Tak pasti, ketegangan Rusia-Ukraina akan kian memperumit tugas The Fed untuk mengontrol inflasi tanpa memicu resesi ekonomi.

6. Serangan Siber

Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia untuk tak melancarkan aksi serangan siber.

“Bila Rusia menyerang Amerika Serikat atau sekutu melewati sistem asimetris, seperti serangan siber yang mengganggu kepada perusahaan kami atau infrastruktur penting, kami siap untuk menanggapi,” kata Biden.

Serangan siber hanyalah salah satu figur bagaimana keadaan Rusia-Ukraina bisa meluas ke kehidupan sehari-hari.

“Perang berkembang dengan sistem yang tak terduga. seorang malahan boleh berasumsi bahwa mereka bisa mengamati segala imbas perang pada mulanya,” kata Kelly.

Similar Posts