Band Green Day Batal Konser di Moskow Karena Invasi Rusia

1 minute, 36 seconds Read

Grup band Green Day sudah membatalkan konser yang dijadwalkan pada 29 Mei di Stadion Spartak, Moskow sebab invasi Rusia ke Ukraina.

“Dengan berat hati, mengingat momen terupdate, kami merasa perlu untuk membatalkan pertunjukan kami yang akan datang di Stadion Spartak, Moskow,” kata Green Day dalam sebuah pernyataan diinformasikan Variety, Senin.

“Kami sadar bahwa peristiwa ini bukan perihal pertunjukan rock, ini jauh lebih besar dari itu. Melainkan kami juga tahu bahwa rock and roll itu selamanya dan kami merasa yakin akan ada waktu dan daerah untuk kami kembali di masa depan. Jaga keselamatan kalian,” lanjut Green Day.

Green Day yakni musisi kedua yang membatalkan pertunjukan di Moskow. Sebelumnya pada Jumat (25/2), seniman pop AJR juga membatalkan konsernya yang dijadwalkan pada bulan Oktober.

Berdasarkan laman website seniman, Songkick dan sumber lainnya, di Moskow akan ada pertunjukan daRi Saint Jhn, Tricky, Disclosure, dan Bring Me the Horizon yang dijadwalkan pada bulan Maret dan April.

Meski di bulan Mei terdapat konser Khalid, OneRepublic, Yungblud, Girl in Red, Judas Priest, Denzel Curry dan OneRepublic.

Akan tapi, deretan nama hal yang demikian hanyalah pertunjukan pembuka saja sebelum menjelang masa tersibuk untuk festuval musik, termasuk festival Bol dan dua Park Live Festival yang menampakkan Killers, Gorillaz, My Chemical Romance, Iggy Pop dan lainnya. Kecuali itu, ada juga pertunjukan musim panas yang menghadirkan Iron Maiden, Deep Purple, Imagine Dragons, Bjork, serta Eric Clapton.

Geoff Meall, agen Paradigm Agency yang berbasis di London, mengatakan pihaknya mempunyai pertunjukan sebab akan pergi ke sana mulai bulan depan sampai musim panas. Melainkan hal hal yang demikian sepertinya tak akan dapat terlaksana.

“Ketika ini, aku tak dapat memperhatikan pertunjukan itu dapat terjadi. Ukraina terang adalah area perang yang aktif sehingga tak mungkin untuk mengadakan konser di sana, dan dengan Rusia, pertama, tiap pemerintah mengarahkan warganya untuk tak pergi ke sana selain untuk urusan penting,” kata Meall.

“Rock and roll mungkin tak akan dianggap demikian, tapi lebih banyak seniman tak mau dipandang mensupport perbuatan pemerintah itu dikala ini,” lanjutnya.

Similar Posts