Tangisan Warga Ukraina Terus-Terusan Digempur Militer Rusia

2 minutes, 58 seconds Read

Nyanyian kebangsaan Ukraina, diwujudkan sesudah robohnya Uni Soviet, sudah menjadi nyanyian mesti ketika demonstrasi membantah invasi Rusia.

Orang Ukraina menyenandungkan nyanyian, “Ukraine’s Glory Hasn’t Perished (Kejayaan Ukraina Belum Musnah)” dikala pasukan Rusia disiagakan di perbatasan. Dan nyanyian itu didendangkan di Ukraina dan segala dunia sebagai pedoman dukungan untuk Ukraina dan sebagai protes anti-Rusia.

Nyanyian itu berasal dari puisi Ukraina yang diwujudkan pada abad ke-19 “Ukraina Belum Mati” yang dirangkai dengan musik, berdasarkan web situs National Anthems Informasi. Namun mendendangkan dan memperlihatkan nyanyian itu dilarang dikala Ukraina menjadi komponen Uni Soviet pada 1922.

Sesudah pecahnya Uni Soviet, nyanyian itu menerima kembali statusnya sebagai nyanyian kebangsaan dan pada 2003 badan parlemen Ukraina menyetujui liriknya.

Liriknya diubah sedikit pada stanza pertama dari “Ukraina belum mati, semacam itu juga kejayaannya ataupun kebebasannya”, menjadi “kebebasan Ukraina belum musnah, semacam itu pula kejayaannya,” seperti dikutip dari web situs National Anthem Informasi, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (1/3).

Ketika invasi Rusia diawali, nyanyian itu umum dikumandangkan di segala dunia.

Sebuah video memperlihatkan sekelompok perempuan dan buah hati-buah hati mendendangkan nyanyian kebangsaan itu ketika berlindung di sebuah daerah di kota Cherkasy, Ukraina tengah pada Jumat. Video itu beredar luas di media sosial dan diliput web media internasional. Sebagian juga memasukkan pemain solo terompet yang sedang memainkan nyanyian kebangsaan hal yang demikian di Sumy, kota di Ukraina timur laut.

Sebagian media meliput adegan yang viral di media sosial: penduduk Kiev, Katya Gulenko mendendangkan nyanyian kebangsaan sembari membersihkan puing-puing di apartemen ibunya, yang jendelanya menonjol hancur sebab bom yang dijatuhkan Rusia.

Penyanyi bariton Ukraina, Yuriy Yurchuk, yang lahir di Kiev dan tampil di Royal Opera House of London, mendendangkan nyanyian kebangsaan itu selama unjuk rasa pada Kamis di luar Downing Street, London, seperti dilaporkan Classic FM.

“Ini hari yang sungguh-sungguh penting tak cuma untuk Ukraina, tetapi untuk segala dunia di mana kita tinggal hari ini,” tulisnya di Instagram.

Nyanyian mesti demonstrasi

Senandung nyanyian kebangsaan Ukraina juga sudah menjadi komponen unjuk rasa.

Pada Sabtu, orang Ukraina yang tinggal di Hungaria mendendangkan nyanyian itu di luar kedutaan besar Rusia di Budapest.

Malam sebelumnya, nyanyian itu bergema di Universitas Debrecen Hungaria dan videonya diunggah di Twitter. Malam yang sama di Riga, Latvia, kategori paduan bunyi nampak mendendangkan nyanyian itu di dekat kedutaan besar Rusia.

Pianis Irlandia, Ronand Murray juga men-upload penampilan dirinya mendendangkan nyanyian kebangsaan Ukraina di Twitter pada Jumat sebagai dukungan untuk Ukraina.

Demonstran anti perang di New York City, AS pada Kamis juga menggema nyanyian kebangsaan Ukraina dalam unjuk rasa mereka. Di Warsawa, Polandia, unjuk rasa anti perang pada Kamis juga memasukkan nyanyian kebangsaan itu untuk memperlihatkan dukungan bagi Ukraina. Menariknya, lirik nyanyian kebangsaan Polandia sendiri terinspirasi nyanyian kebangsaan Ukraina.

Orang-orang Ukraina mulai mendendangkan nyanyian itu di depan awam sebagian pekan memasuki invasi Rusia, dikala tentara Rusia mulai dikerahkan di perbatasan kedua negara. Pada 12 Februari, pengunjuk rasa mendendangkan nyanyian itu selama demo di Kiev, seperti dilaporkan Kyiv Post.

Nyanyian kebangsaan itu juga dikumandangkan mereka yang ikut serta unjuk rasa persatuan pada 19 Februari di Lyiv dan ketika unjuk rasa di Kramatorsk, Ukraina Timur, pada malam sebelum invasi diawali, seperti dilaporkan Classic FM.

Trio penyanyi Jepang, Yokohama Sisters membagikan penampilan mereka mendendangkan nyanyian kebangsaan Ukraina pada 15 Februari untuk penghoramatan bagi kota Odesa di Ukraina, yang menjadi sister city Yokohama.

“Kami cuma berkeinginan menyuarakan dukungan kami untuk teman kota kami, dan tujuan kami bukan untuk mengirim pesan politik,” kata member trio itu, Maho terhadap koran Jepang, The Mainichi.

“Namun akhirnya, (video) itu secara segera hingga di hati orang-orang Ukraina yang sedang menghadapi masa susah. membikin aku menyadari sekali lagi bahwa mendendangkan nyanyian kebangsaan merupakan metode untuk menghormati negara itu.”

Similar Posts