Jenis Pekerjaan Jika Kuliah Jurusan Hukum

3 minutes, 33 seconds Read

Kuliah jurusan Hukum, kamu akan mempelajari berbagai sistem hukum yang berkaitan dengan kehidupan kemasyarakatan. Cakupan yang akan kamu pelajari, yaitu termasuk konstitusi, hukum perdata, hukum tata negara, hukum pidana dan tata pidana, serta hukum dagang.

Kuliah jurusan Hukum mendorong kamu untuk memiliki kemampuan dalam menghafal, berpikir kritis, berpikir logis, kemampuan analisis, menyelesaikan masalah, hingga keahlian dalam berkomunikasi.

Tidak melulu menghafal pasal, kuliah jurusan Hukum akan lebih banyak mengajakmu untuk menganalisis kasus-kasus hukum yang terjadi di lingkungan sekitar. Tentunya hal tersebut akan meningkatkan daya nalar dan kemampuan berpikir kritis.

Jurusan Hukum termasuk salah satu jurusan kuliah yang sudah ada sejak dahulu. Meskipun begitu, peminat dari jurusan ini tetap tinggi, salah satunya karena prospek kerja yang menjanjikan. Kira-kira jurusan Hukum apa saja prospek kerjanya, ya? Yuk, cek selengkapnya di bawah ini!

Prospek Pekerjaan untuk Lulusan Hukum

Lulusan jurusan Ilmu Hukum memiliki banyak pilihan pekerjaan yang sejalan dengan ilmu yang dipelajarinya. Di bawah ini, sudah disusun beberapa jenis pekerjaan untuk lulusan Ilmu Hukum, antara lain:

1. Hakim

Menjadi pekerjaan yang lekat dengan lulusan Ilmu “Hukum”, profesi “Hakim” merupakan salah satu prospek kerja yang bisa kamu tuju ketika kuliah jurusan Hukum.

Hakim memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memimpin dan memutuskan suatu perkara yang terjadi di dalam persidangan. Tindakan ‘ketuk palu’ juga menjadi hal yang dilakukan oleh Hakim untuk memutus suatu perkara.

Hakim dapat menjalankan tugas peradilan (yudisial) di lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN), atau Peradilan Agama. Dalam menjalankan tugas, Hakim akan dibantu oleh seorang Panitera yang men dengan arsip persidangan. Syarat menjadi seorang hakim adalah lulus masa studi S1 jurusan Ilmu Hukum.

2. Jaksa

Jaksa memiliki tugas untuk menyampaikan dakwaan atau tuduhan terhadap seseorang yang diduga telah melakukan tindak pelanggaran hukum.

Dalam UU No. 16 Tahun 2004, disebutkan bahwa Jaksa berwenang sebagai penuntut umum dan pelaksanaan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

Jaksa dapat menjalankan tugas pada bidang pidana, tata usaha negara, hingga ketertiban dan ketentraman masyarakat. Syarat menjadi seorang jaksa adalah lulus masa studi S1 jurusan Ilmu Hukum.

3. Pengacara

Pengacara (Advokat) adalah profesi yang menawarkan jasa hukum untuk suatu urusan sengketa yang terjadi di dalam atau di luar pengadilan. Pengacara sering dipahami sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan untuk membela klien di persidangan.

Namun, secara lebih rinci, deskripsi tugas atau jasa hukum yang ditawarkan pengacara, seperti konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, maupun tindakan hukum lainnya untuk kepentingan perorangan, badan hukum, atau lembaga lainnya.

Dalam praktiknya, pengacara wajib mengkhususkan diri pada bidang tertentu. Profesi Pengacara ini bisa menjadi tujuan kamu yang kuliah jurusan Hukum ketika lulus dari S1 jurusan Ilmu Hukum.

4. Diplomat

Diplomat merupakan perwakilan Pemerintah yang ditempatkan di suatu negara untuk melaksanakan kepentingan yang terkait dengan hubungan antar negara.

Tidak selalu ditempatkan di luar negeri, seorang Diplomat dapat ditugaskan di dalam negeri, misalnya di Kementerian Luar Negeri. Selain itu, Diplomat juga dapat ditugaskan di Kedutaan Besar, Konsulat Jenderal di berbagai negara, atau kantor tempat kedudukan organisasi regional dan internasional, seperti Sekretariat ASEAN.

Diplomat memiliki lima tugas utama, yaitu mewakili (representing), melindungi (protecting), bernegosiasi (negotiating), mempromosikan (promoting), dan melaporkan (reporting). Kemampuan utama yang wajib dimiliki seorang diplomat adalah kemampuan komunikasi, bernegosiasi, dan penguasaan bahasa asing.

Sebagai lulusan S1 jurusan Ilmu Hukum, kamu juga dapat menjadikan Diplomat sebagai profesi tujuanmu.

5. Notaris

Notaris adalah pejabat umum yang memiliki wewenang untuk membuat akta autentik. Secara sederhana, notaris adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan dan pengorganisasian arsip.

Secara rinci, pekerjaan notaris selain membuat akta, yaitu mewakili klien dalam prosedur hukum, membuat dokumen untuk diserahkan ke pengadilan, jaksa penyidik, atau kantor hakim.

Seorang Notaris juga dapat membantu klien dalam hal perorangan, seperti pergantian nama pemilik harta tak bergerak karena terjadinya jual-beli atau terkait warisan, dan sebagainya.

Berbeda dengan prospek kerja sebelumnya, untuk menjadi seorang notaris, kamu perlu memiliki ijazah S1 Ilmu Hukum, lulus Magister (S2) Kenotariatan, dan telah berusia 27 tahun.

Kamu juga perlu memiliki pengalaman magang atau bekerja sebagai karyawan Notaris paling singkat dua tahun, untuk diangkat menjadi Notaris.

6. Konsultan Hukum

Konsultan Hukum, yaitu seseorang yang menjalankan tugas non-litigasi untuk memberikan pandangan, nasihat, atau arahan kepada klien. Dalam persidangan di muka pengadilan (litigasi), seorang konsultan hukum tidak dapat mewakili kliennya.

Sebagai Konsultan Hukum, kamu akan mengaplikasikan ilmu terkait pasal-pasal dan melakukan review dokumen untuk keperluan hukum seperti sidang. Untuk kamu yang memiliki latar belakang S1 jurusan Ilmu Hukum, kamu dapat bekerja sebagai Konsultan Hukum di sebuah lembaga tertentu.

Similar Posts