Penyebab Rambut Rontok Pada Pria Dan Cara Mengatasinya

3 minutes, 1 second Read

Rambut rontok memang sering terjadi para pria dengan rentang usia yang semakin tua. Meskipun dapat juga menimpa pria dengan usia yang lebih muda.

Kerontokan rambut atau kebotakan pada pria dengan usia paruh baya ini, biasanya dikenal dengan istilah androgenetic alopecia.
Biasanya, semakin tua usia pria, maka akan semakin rentan terkena masalah rambut rontok.

Istilah androgenetic alopecia dikenal dengan nama lain kebotakan (male pattern baldness). Kebotakan ini membentuk pola di kulit kepala. Bentuknya didominasi dengan hilangnya rambut di area pelipis, dan penipisan di area belakang kepala.

Kerontokan rambut bervariasi, mulai rontok ringan hingga berat. Jika kondisinya parah, rambut rontok di bagian depan dahi, ubun-ubun, menyisakan pola rambut di bagian kedua sisi kepala, dan kebotakan di area belakang. Meski tidak membahayakan kesehatan, masalah ini bisa membuat rasa percaya diri menurun drastis.

1. Faktor Genetik

Laman Okedoc.com, menyebut penyebab rambut rontok pada pria yang pertama adalah faktor genetik. Jika memiliki keluarga dengan rambut yang mengalami penipisan dari waktu ke waktu kemungkinan besar diri akan berpotensi serupa. Pola kebotakan dan lokasinya juga umumnya bisa diprediksi saat menginjak usia tertentu. Kurang lebih sekitar 95% pria dengan rambut tipis disebabkan oleh gen yang mereka warisi dari keluarganya.

Salah satu hormon yang disebut DHT, bisa membuat folikel rambut mengecil. Jika folikel mengecil, rambut yang tumbuh akan semakin tipis, halus, dan pendek. Dampaknya adalah pertumbuhan rambut akan semakin susah. Bahkan, semakin kecil folikel menyebabkan rambut bisa jadi tidak tumbuh sama sekali.

2. Berkurangnya Hormon Testoteron

Penyebab rambut rontok pada pria yang selanjutnya adalah berkurangnya hormon testoteron dalam tubuh. Hormon testosteron pada pria berperan penting dalam mengembangkan organ tubuh tertentu pada pria. Salah satunya adalah pertumbuhan bulu dan rambut di mana folikel rambut dan sel-sel prostat juga bergantung pada hormon ini.

Testosteron yang berkurang akibat gen dari genetik tertentu bisa mempengaruhi hormon testosteron. Dampaknya kemudian adalah folikel rambut di area kepala semakin mengecil, menipis.

3. Kebiasaan Terapi Radiasi dan Kemoterapi

Penyebab rambut rontok pada pria yang selanjutnya adalah riwayat penyakit kebiasaan terapi radiasi dan kemoterapi. Proses ini bisa menyebabkan masalah kebotakan dan kerontokan rambut. Namun, rambut bisa tumbuh kembali meskipun tidak sama sebelumnya.

4. Miliki Riwayat Penyakit Tertentu

Rambut rontok pada pria bisa disebabkan oleh riwayat penyakit tertentu. Masalah klinis atau gangguan kesehatan seperti alopecia areata, infeksi kulit seperti ringworm dan trichotillomania merupakan salah satu penyebab rambut rontok dan kebotakan.

Kebotakan di sebagian area atau lazim disebut alopecia areata, menyebabkan rambut berguguran, meninggalkan pitak-pitak lingkaran yang masih bisa tumbuh lagi.

Masalah lainnya adalah munculnya scarring alopecia. Scarring alopecia merupakan penyakit langka yang merusak folikel rambut serta membuat jaringan parut terbentuk sehingga menghalangi pertumbuhan rambut.

Selain itu masalah kesehatan lain seperti anemia atau masalah tiroid juga menjadi penyebab rontoknya rambut pada pria. Kondisi ini bisa sementara maupun permanen tergantung kondisi masing-masing individu.

5. Stres dan Tekanan

Stres dan tekanan mental pada diri juga merupakan penyebab rambut rontok pada pria yang lazim terjadi. Memiliki masalah psikologis dan emosional (stres, depresi, kecemasan, dll) juga berakibat pada menipisnya rambut dan kerontokan. Stres ini termasuk penyebab yang sementara. Jika kesehatan mental telah membaik, rambut bisa kembali tumbuh.

Cara Mengatasi Penyebab Rambut Rontok pada Pria

Setelah mengetahui penyebab rambut rontok, Anda bisa mempraktikkan cara pencegahan berikut ini:

1. Memakai Produk Kosmetik Penumbuh Rambut
Pada pria yang mengalami rontok rambut memilih mengatasi rontok rambut dengan membeli produk kosmetik seperti serum penumbuh rambut. Cara ini lebih populer daripada berkonsultasi ke dokter terkait untuk mencari tahu solusinya.

2. Transplantasi Rambut
Cara lain guna mengatasi masalah kebotakan dan kerontokan rambut adalah dengan tindakan medis yakni transplantasi rambut. Hal ini melibatkan pengambilan jaringan di area yang masih tumbuh lebat, dan memasukkannya ke bagian yang botak. Prosedur ini menyebabkan sedikit luka scar dan ada kemungkinan bisa menimbulkan masalah lain seperti infeksi kulit kepala.

Similar Posts