Daftar Rumah Adat Sulawesi Selatan Sarat Akan Budaya

3 minutes, 28 seconds Read

Rumah adat merupakan warisan kebudayaan dari tiap daerah yang ada di Indonesia, sehingga tentunya memiliki keberagaman dengan ciri khas masing-masing. Sama halnya dengan wilayah Sulawesi Selatan yang memiliki keberagaman rumah adat sesuai dengan suku yang ada.

Sulawesi Selatan memiliki ibukota yang berlokasi di Makassar. Kota Daeng ini memiliki perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang panjang. Makassar sendiri terdiri dari beragam suku, seperti Bone, Mandar, Duri, Pattinjo, Bugis, dan lainnya. Rumah adat bagi masyarakat Sulawesi Selatan dianggap sebagai sesuatu yang sakral karena tiap bagiannya memiliki filosofi tertentu. Setidaknya ada lima rumah adat yang harus Anda ketahui. Apa saja? Ini dia penjelasannya.

1. Rumah Adat Suku Makassar

Rumah adat Makassar bernama Balla yang menyerupai rumah panggung. Rumah ini memiliki tinggi sekitar 3 meter di atas tanah dengan disangga oleh kayu yang jumlahnya 5 penyangga ke arah belakang dan 5 penyangga ke arah samping. Dulunya, rumah adat ini menggunakan atap yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti rumbia, nipah atau bambu. Namun seiring perkembangan zaman, atap yang digunakan adalah seng atau genteng yang terbuat dari tanah liat.

Dulu rumah ini identik dengan rumah yang digunakan oleh para bangsawan. Keunikan dari rumah adat ini terletak pada bentuk atapnya yang seperti pelana kuda dengan ujung runcing yang disebut dengan timbaksela. Timbaksela merupakan simbol yang digunakan untuk menandakan derajat kebangsawanan masyarakat Makassar.

Selain itu, ada dua jenis tangga rumah yaitu Sapana dan Tukak. Perbedaannya terletak dari jenis bahan yang digunakan dan jumlah anak tangga. Sapanan menggunakan bambu dengan tiga atau lebih anak tangga yang dianyam, sedangkan Tukak merupakan jenis anak tangga yang terbuat dari kayu. Sapana hanya digunakan khusus untuk bangsawan, sedangkan Tukak digunakan oleh rakyat biasa.

2. Rumah Adat Suku Toraja

Ini dia salah satu rumah adat yang paling terkenal di Indonesia. Rumah adat suku Toraja diberi nama dengan tongkonan. Tongkonan biasanya berdiri di atas tumpukan kayu dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Rumah ini berbentuk rumah panggung yang dilapisi ijuk hitam melengkung layaknya perahu yang terbalik.

Tongkonan melambangkan hubungan dengan leluhur mereka sehingga rumah ini digunakan sebagai pusat spiritual. Mirip dengan rumah adat lainnya, ornamen di dalam rumah Toraja menunjukkan konsep keagamaan yang disebut passura (penyampaian). Setiap guratan ukiran pada kayu memiliki nilai magis bagi pemiliknya.

3. Rumah Adat Suku Bugis

Selain dipengaruhi oleh budaya tradisional, pembangunan rumah adat suku Bugis juga dipengaruhi oleh agama Islam. Rumah ini tergolong unik karena tidak menggunakan paku sama sekali, melainkan diganti dengan besi atau kayu. Ada 3 bagian yang wajib dimiliki oleh rumah adat Bugis yang mengandung makna filosofis masing-masing, yaitu:

  • Boting Langiq: bagian atap rumah yang diberi rongga, sebagai lambang perkawinan di atas langit yang dilakukan We Tenriabeng, saudari kembar Sawerigading yang merupakan permaisuri dari Remmang ri Langi alias Hulontalangi (Raja pertama Gorontalo).
  • Ale Kawaq: bagian tengah rumah yang dijadikan untuk tempat tinggal seperti kamar tidur dan ruang tamu. Menurut filosofi bangunannya, ruangan ini menggambarkan tentang kondisi dari bumi pertiwi.
  • Buri Liu: bagian bawah atau kolong rumah yang digunakan sebagai tempat peliharaan hewan atau alat pertanian. Area ini melambangkan dunia bawah tanah dan laut.

4. Rumah Adat Suku Luwuk

Rumah adat suku Luwuk dulunya merupakan rumah dari Raja Luwu. Rumah ini sangat unik dan dibangun dengan 88 tiang berbahan utama kayu. Rumah adat yang disebut dengan rumah Langkanae ini memiliki ukuran atap yang lebih besar dibandingkan badan rumah. Saat dijajah oleh Belanda, rumah ini menjadi sasaran untuk dihancurkan.

Rumah adat ini terdiri dari 3 ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Ruangan pertama diberi nama tudang sipulung dengan ukuran yang luas untuk menampung tamu. Ruangan kedua merupakan ruang tengah sebagai tempat privasi keluarga dan beristirahat. Ruangan ketiga adalah ruang belakang yang terdiri dari dua kamar dengan ukuran kecil.

5. Rumah Adat Suku Mandar

Rumah adat Mandar memiliki bentuk yang mirip dengan rumah adat Bugis dan Makassar. Hanya saja perbedaannya terletak pada teras yang lebih besar dibandingkan teras lainnya. Bentuk rumahnya pun sama yaitu berupa rumah panggung. Warna rumah kebanyakan menggunakan warna gelap, namun ada juga yang masih mempertahankan warna asli kayu sebagai bahan bakunya. Selain itu, jika melihat atapnya, bentuknya mirip seperti ember yang miring ke depan.

Itulah tadi beberapa keunikan dan ragam rumah adat dari Sulawesi Selatan. Sangat kaya akan nilai budaya dan filosofi masyarakat setempat bukan? Inilah mengapa kita wajib melestarikan warisan budaya ini agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

Similar Posts