Niat Puasa Ganti Ramadan, Bagaimana bila Lupa Hitungan Utangnya?

2 minutes, 13 seconds Read

Niat Puasa Ganti Ramadan

Niat puasa ganti Ramadan wajib dilafalkan bagi muslim yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan syar’i. Alasan syar’i yang dimaksud ini di antaranya adalah haid dan nifas bagi wanita, sakit parah, musafir, dan berada dalam keadaan darurat, seperti diungkap buku Qadha dan Fidyah Puasa karya Maharati Marfuah.
Perintah mengganti puasa Ramadan yang bersifat wajib ini ditegaskan dalam surat Al Baqarah ayat 184. Allah SWT berfirman,

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Secara umum, puasa ganti ini dilakukan pada hari lain di luar bulan Ramadan. Meskipun demikian, puasa dengan nama lain puasa qadha tersebut lebih baik dilakukan sesegera mungkin.

 

Baca Juga: Cara Download Video Tiktok Tanpa Watermark Online dengan Mudah

 

Untuk tata cara pelaksanaannya, puasa ganti Ramadan masih sama mirip dikerjakan seperti puasa pada umumnya. Mengutip kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabi al-Jaza’iri, bacaan niat puasa ganti Ramadan dapat setelah fajar atau terbitnya matahari. Berikut lafaznya:

A. Niat puasa ganti Ramadan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

B. Bagaimana bila lupa hitungan utang puasa?
Tata cara pelaksanaan puasa ganti Ramadan yang juga mungkin membingungkan sejumlah muslim adalah hitungan utang puasa. Ada kalanya, hitungan utang puasa luput dari ingatan atau pun tidak sempat tercatat karena sudah terlalu lama.

Nur Solikhin dalam bukunya yang berjudul Pintar Puasa Wajib dan Sunnah berpendapat, penentuan jumlah hari puasa Ramadan yang diganti dapat diputuskan sesuai dengan jumlah perkiraan yang paling maksimum.

“Misalnya, sudah terlalu lama maka lebih baik menentukan puasa qadha harus dibayar yang lebih maksimum. Misalnya, seingatnya ia mempunyai utang puasa 5 hari atau 6 hari maka yang harus dipilih adalah yang lebih banyak, yaitu 6 hari,” bunyi keterangan dalam buku tersebut.

Di samping itu, pelaksanaan puasa ganti Ramadhan juga dapat dilakukan secara berturut-turut, maupun secara terpisah harinya. Mengenai perkara ini, Rasulullah SAW pernah bersabda dalam salah satu hadits yang dikisahkan Ibnu Umar RA.

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ ، وَإِنْ شَاءَ تَابَعَ

Artinya: “Qadha puasa Ramadhan itu jika ia berkehendak maka boleh melakukannya secara terpisah. Dan, jika ia berkehendak maka ia boleh juga melakukan secara berurutan.” (HR Daruquthni).

Dapat diartikan bahwa ada keluasan dalam mengganti puasa Ramadan dengan cara berturut-turut atau pun secara terpisah. Utamanya, puasa qadha ini wajib didahului niat puasa ganti Ramadan untuk membedakan puasanya dengan puasa yang lain.

Similar Posts