Bulan: Maret 2022

Daftar Hewan Langkah Yang Terancam Punah Di Indonesia

Sampai dikala ini para ilmuwan sudah menemukan sekitar 8,7 juta spesies tanaman, binatang sementara spesies di laut 91% belum ditemukan. Meski diketahui sebagai negara yang mempunyai bermacam-macam flora dan faunanya, melainkan terbukti Indonesia mempunyai sederet binatang yang juga terancam punah. Hal hal yang demikian dapat terjadi sebab berjenis-jenis elemen, bagus secara alamiah atau elemen yang diberi pengaruh sebab ulah manusia.

Teman perlu mengetahui dan mengenal binatang apa saja yang menjadi langka di Indoensia supaya dapat berusaha untuk menjaga dan melestarikannya. Berikut ini sebagian binatang langka di Indonesia yang semakin langka keberadaannya. Apa sajakah itu?

Daftar Binatang Langka di Indonesia

1. Komodo

Binatang langka yang pertama yakni komodo. Komodo, sebagai binatang langka pertama di Indonesia juga menjadi satu-satunya binatang purba yang masih hidup sampai dikala ini. Binatang langka ini mempunyai nama lain Varatus Komodoensis atau Orah juga adalah salah satu spesies reptil terbesar di dunia. Komodo mempunyai gigitan yang sungguh-sungguh kuat serta dapat yang sungguh-sungguh mematikan, racun beracun ini berasal dari ribuan kelenjar pada zona gusinya. Habitat Komodo sendiri dikala ini cuma bisa ditemukan di Pulau Komodo, Flores, Gili Matang, Gili Dasami dan Rinca Nusa Tenggara Timur Indonesia.

Komodo sekarang sudah menjadi binatang yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dengan dibangunnya Taman Nasional Komodo.Taman Nasional Komodo hal yang demikian terbagi menjadi dua, adalah Pulau Rinca dan Pulau Komodo yang sekiranya dijumlahkan terdapat sekitar 2.700 ekor komodo di dalamnya.

2. Burung Jalak, Bali

Burung Jalak Bali atau Bahasa latinnya Leucopsar rothschildi yakni satwa endemis absah dari Bali. Burung Jalak Bali ini ditemukan pada tahun 1910 oleh spesialis hewan dari Inggris ialah Walter rothschild. Variasi burung ini mempunyai ciri warna biru di sekitar mata dan warna tubuhnya yang putih bersih. Burung Jalak Bali masuk sebagai binatang yang terancam punah dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Burung Jalak menjadi langka keberadaannya diakibatkan oleh pengerjaan berkembang biak pada burung Jalak yang memerlukan waktu lama, serta perburuan liar yang terjadi. Burung Jalak sendiri berkembang biak secara monogamus, atau cuma akan mempunyai satu pasangan saja pada satu musim kawin yang menyebabkan sex rasionya cuma 1:1. Burung Jalak sendiri mulai melaksanakan pengerjaan berkembang biaknya mulai dari umur 7 sampai 9 bulan.

Mereka akan menjadikan telor dengan jumlah optimal yakni 3 butir saja dan akan dierami oleh induknya selama kurang lebih 16 hari sebelum nantinya akan menetas.. Burung ini sendiri mempunyai panjang 25 cm, Panjang paruhnya 3 cm, kepala (5 cm), leher burung (2 cm), sayap (13 cm) dan ekornya (6 cm).

3. Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa yakni binatang yang diungkapkan langka dan terancam punah dan termasuk dalam red list di IUCN. Macan Tutul Jawa juga dilindungi menurut UU 134 Tahun 1931 perihal Perlindungan Hewan Liar. Macan tutul jawa sebagai spesies macan tutul yang mempunyai ukuran paling kecil dengan penglihatan yang sungguh-sungguh tajam.

Macan ragam ini yakni binatang endemis yang cuma dapat ditemukan di Pulau Jawa sebagai habitat utamanya. Sekarang macan tutul jawa sudah dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan bisa ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Pulau Kangean, dan Pulau Nusakambangan, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, sampai Taman Nasional Alas Purwo (Jawa Timur). Kelangkaan macan tutul sendiri diakibatkan oleh perburuan dan habitatnya yang semakin rusak sebab penebangan dan pelebaran lahan.

4. Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih dengan habitat absah di dataran rendah ini adalah burung yang menjadi maskot Pulau Papua. Terbagi menjadi 41 spesies, dan tersebar di Papua Barat sebanyak 38 spesiesnya, di pulau torres sampai ke Australia komponen timur. Variasi Cendrawasih yang paling diketahui diantaranya Cendrawasih Kuning Besar atau Cendrawasih Paradise Apoda.

Burung cendrawasih sendiri mempunyai ukuran yang bermacam-macam tergantung ragam spesiesnya yang terbagi menjadi spesies King Bird of Paradise (15 cm ukurannya) sampai spesies Black Sicklebill (110 cm atau 1 meter ukurannya). Karakteristik utama burung cendrawasih berlokasi pada warna bulunya yang menarik perhatian seperti merah, hijau, dan biru, menurut nama ini pula penamaan burung ini semisal pada cendrawasih kuning yang lebih dominan pada warna kuningnya, cendrawasih merah yang dominan warna merahnya, cendrawasing hijau dan biru bahkan demikian.

Burung Cendrawasih juga dijuluki bird of paradise di eropa atau burung dari surga. Sayang sebab keindahannya ini burung cendrawasih menjadi burung yang banyak diburu dan semakin langka keberadaannya. Cendrawasih sekarang menjadi satu satwa yang dilindungi pemerintah melewati UU No. 5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999.

5. Kucing Merah Kalimantan

Kucing Merah adalah binatang endemis absah Pulau Kalimantan dan tersebar keberadaannya dari dataran rendah, hutan rawa, sampai perbukitan. Kucing ini termasuk ke dalam salah  Binatang langka dan terancam keberadaannya semenjak tahun 2002 silam. Mempunyai nama latin Catopuma badia kucing merah Kalimantan ini juga diketahui sebagai Kucing Borneo.

Jumlah populasi di habitat aslinya diperkirakan cuma tersisa sebanyak 2.500 ekor saja dampak rusaknya habitat, malah di sebagian tahun terakhir kucing merah ini mengalami penurunan populasi sebanyak 20%. Untuk ciri fisiknya, kucing merah mempunyai warna cokelat kemerahan dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dibanding ukuran kucing pada lazimnya, melainkan di zona ekor dan tubuhnya lebih Panjang, kepalanya bahkan lebih kecil dengan format alat pendengaran yang bulat.

6. Ikan Arwana Merah

Ikan arwana terbagi menjadi sebagian ragam bertumpu pada warnanya semisal pada Arwana silver yang berasal dari Negara Brazil, Arwana hijau (Kalimantan Barat), dan arwana emas (Sumatera dan Malaysia), arwana merah sendiri berasa dari Kapuas Hulu, Indonesia dan tersebar di tempat Kalimantan Barat seperti di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum.

Binatang ini sekarang sudah diungkapkan sebagai binatang langka dan dilindungi oleh Surat Keputusan Bupati kapuas Hulu Nomor 6 Tahun 2001, yang menyuarakan Danau Lindung Empangau Kalimantan Barat diatur sebagai danau lindung. Karena kelangkaannya juga disebabkan oleh penangkapan liar masyarakat. Kecuali itu perairan yang tercemar juga membikin arwana ini susah untuk bertahan hidup. Kecuali Tata adat juga dilegalkan yang membuatnya cuma bisa diambil sekiranya ukurannya kurang dari 5cm.

7. Harimau Sumatera

Harimau Sumatra atau dalam Bahasa Latin Panthera Tigris Sondaica adalah spesies Binatang langka yang terancam punah. Hidup di endemis absah Pulau Sumatra, sampai dikala ini cuma tersisa sekitar 500 ekor harimau Sumatra saja hal ini diakibatkan oleh kerusakan habitat sampai tingginya angka kematian (Sejauh yang tercatat yakni 66 ekor harimau sumatera terbunuh jeda tahun 1998 dan 2000).Tidak hingga disitu Harimau Sumatra juga seringkali beredar di perdagangan ilegal dimana komponen-komponen tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap, adalah untuk dihasilkan perhiasan, ransel kulit, ikat pinggang dan masih banyak lagi.

Harimau sumatera jantan mempunyai Panjang rata-rata 92 inci dan berat 140 kg atau 300 pound dengan tinggi harimau sumatera jantan menempuh 60 cm. Sementara pada betinanya mempunyai tinggi sekitar 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 91 KG atau sekitar 200 pound. Harimau sumatera cakap bereproduksi kapan saja dengan masa kehamilan  103 hari dan cakap melahirkan 2 atau 3 ekor buah hati harimau sekalian.

Berkurangnya populasi harimau dikarenakan habitat mereka yang kian sempit sebab berjenis-jenis elemen dan salah satunya yakni perusahan oleh pihak tak bertanggung jawab.

8. Burung Merak

Binatang indonesia yang cukup langka berikutnya yakni Burung Merak. Merak sebagai spesies burung yang termasuk dalam genus pavo dan afropavo dan termasuk familia ayam hutan berasal dari daratan Asia seperti India, Pakistan Nepal Indonesia Myanmar, Burma, dan Afrika Tengah. Terutamanya di Indonesia, Burung Merak bisa ditemukan di tempat jawa komponen timur. Habitatnya berada pada zona tropis dan alam liar seperti hutan yang dataran rendah dan dekat dengan sumber air yang mengalir.

Burung merak sendiri lebih banyak hidup di darat meskipun konsisten mempunyai kesanggupan untuk terbang dalam kondisi tertentu.Mempunyai karakteristik warna yang cemerlang serta ekornya yang besar dan bisa dimaksimalkan untuk menarik perhatian lawan jenisnya dikala musim kawin tiba. Kecuali sebagai simbol dari estetika, bulunya juga mempunyai fungsi sebagai pertahanan diri dari serangan lawan.

Siang hari burung merak ini hidup di daratan secara bebas maupun berkelompok. Pada malam harinya burung merak kemudian akan tertidur di zona pohon-pohon. Burung Merak sendiri hidup secara nomaden atau senantiasa bermigrasi-pindah secara terprogram . Sayangnya eksistensi burung merak  mulai punah keberadaannya, umumnya disebabkan oleh perburuan untuk diambil bulunya dan diperdagangkan dalam format bahan dekorasi serta kebakaran hutan.

9. Dugong

Binatang paling langka di Indonesia berikutnya yakni Dugong. Dugong sebagai mamalia laut yang hidup indo pasifik, dan bisa ditemui di sekitar perairan sebelah utara Australia, bisa ditemukan di sepanjang Samudra Hindia dan Pasifik. Dugong juga adalah kerabat dekat dari gajah dengan jumlah yang semakin menurun tiap-tiap tahunnya. Dia Dugong sebagai salah satu Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup kecuali manatee dan cakap menempuh umur 70 tahun,

Berukuran besar dengan Panjang tubuhnya menempuh 3 meter dan berat 450 kg, Duyung atau dugong yakni satu-satunya mamalia laut herbivora, dia kemudian ikut serta menyeimbangkan ekosistem lamun. Dugong. Bisa membendung napas selama 12 menit dikala mencari makan, dan berenang. Sampai dikala ini hewan ini masih acap kali diburu dan dikonsumsi dagingnya padahal sudah dilindungi oleh UU Pemerintah Indonesia diantaranya Aturan no. 7 tahun 1999 perihal Pengawetan Variasi Tumbuhan & Satwa dan UU Nomor 5 Tahun 1990 perihal Konservasi SDA Hayati, Dugong sendiri masuk dalam golongan biota perairan yang dilindungi.

10. Elang Flores

Elang Flores sebagai elang yang cuma ada di Tanah air, mempunyai nama latin Nisaetus flores ini mempunyai ukuran lahiriah yang besar sampai 71-82 centimeter. Elang yang cuma dapat ditemukan di sebagian kawasan di Nusa Tenggara Timur, mulai dari Pulau Lombok, Sumbawa, Pulau Satonda, Rinca dan Flores masuk ke dalam daftar binatang yang terancam punah di Indonesia. Habitatnya elang flores berada di wilayah hutan dengan dataran rendah atau ketinggian  sekitar 1.000 mdpl ialah wilayah Hutan Mbeliling dan Taman Nasional Kelimutu.

Sayang eksistensi elang flores semakin langka sebab tingginya tingkat perburuan. Data Badan Konservasi Dunia IUCN sendiri menetapkannya jumlah populasinya masuk dalam golongan Kritis karena cuma tersisa 100 hingga 240 individu dewasa saja. Sementara itu, dari data 2019 oleh Pemerintah Tempat Kabupaten Ende yang dipersembahkan Bupati Marsel Petu menyuarakan populasi Elang Flores di wilayah Taman Nasional Kelimutu semakin terancam, sampai dikala ini cuma tersisa 10 ekor elang flores saja.