UNESCO: Inovasi Pendidikan Indonesia Diadopsi Negara Seluruh Dunia

1 minute, 38 seconds Read

UNESCO: Inovasi Pendidikan Indonesia Diadopsi Negara Seluruh Dunia

Organisasi internasional United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyebut inovasi pendidikan Indonesia banyak diadopsi negara di seluruh dunia.
“Menurut Unesco, Indonesia sudah memberikan banyak inovasi pendidikan yang diadopsi negara seluruh dunia. Terkait literasi, Kemendikbudristek sangat diakui dunia. Selain itu yaitu program Merdeka Belajar,” ujar National Program Officer Education Unesco, Gunawan Zaki dalam acara Kemimpinan Indonesia dalam EdWG G20: Apa Manfaatnya bagi Kita di YouTube, Kamis (31/3/2022).

Zaki mengatakan, Kemendikbudristek juga sudah melakukan kesetaraan gender dalam dunia pendidikan. Selain itu, Kemendikbudristek juga memperjuangkan pendidikan berjenjang untuk guru-guru di Indonesia.

“Ada dua prioritas yang sangat penting di Indonesia yaitu bahwa semangat gotong royong itu adalah ruhnya untuk pendidikan. Kemendikbudristek sudah menetapkan itu. Kita juga ingin menunjukkan pendidikan masa depan melalui pendidikan vokasi yang digemborkan oleh Kemendikbudristek,” terang Zaki.

Menurut data UNESCO, sambungnya, pendidikan di global sudah mengalami perbaikan. Hasil ini terlihat dari siswa yang datang ke sekolah secara langsung kini sudah meningkat kendati belum 100 persen.

“Masih ada beberapa negara yang tingkat kehadirannya belum 100 persen. Namun negara akan terus memastikan pendidikan terus membaik,” katanya.

Zaki menambahkan, pada 2021 lalu, UNESCO juga mengkampanyekan guru sebagai garda terdepan dalam perbaikan pendidikan di Indonesia.

Inovasi Pendidikan di Indonesia

Senada dengan UNESCO, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril menjelaskan, peran Indonesia dalam perhelatan G20 sangat signifikan khususnya mengenalkan program Merdeka Belajar kepada dunia sebagai inovasi pendidikan.

“Kita melihat tema-tema yang relevan. Kita mendapatkan inspirasi dari kebijakan-kebijakan merdeka belajar. Salah satunya kebijakan merdeka belajar bagaimana kita bisa pulih ke depannya,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan Kemendikbudristek sedang mengusahakan untuk menguatkan pendidikan berkualitas untuk semua, terutama sejak pandemi

“Pandemi membawa satu masalah besar di dunia pendidikan yaitu melebarnya kesenjangan. Kelompok lebih rentan dampaknya lebih parah,” ujar Iwan.

Salah satu solusinya yaitu mengeluarkan dana BOS Majemuk dalam hal kesenjangan. Solusi kedua yaitu komitmen solidaritas dan kerja sama dalam dunia pendidikan.

“Seperti yang disampaikan Mas Menteri, ini maksudnya gotong royong. Kerja sama di bidang pendidikan bentuknya berbagai macam dan sangat diapresiasi negara G20,” papar Iwan.

Similar Posts