Catatan Ringan

Beasiswa S1 di Universitas Pertamina, Kuliah Gratis Plus Uang Saku

Beasiswa S1 dibuka Universitas Pertamina dalam program Beasiswa Ujung Negeri (BUN) hingga 25 April 2022 untuk siswa lulusan 2021 dan 2022. Penerima beasiswa S1 Universitas Pertamina dari program BUN ini akan mendapat pembebasan uang kuliah, uang saku, hingga kesempatan untuk tinggal di asrama.
Universitas Pertamina merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah naungan yayasan Pertamina Foundation. Ada berbagai fakultas dan prodi yang dibuka di Universitas Pertamina, di antaranya Fakultas Teknologi Industri, Sains dan Ilmu Komputer, Perencanaan Infrastruktur, Komunikasi dan Diplomasi, Teknologi Eksplorasi dan Produksi, serta Ekonomi dan Bisnis.

Beasiswa Ujung Negeri (BUN) merupakan program Universitas Pertamina untuk menyediakan pendidikan tinggi bagi lulusan SMA atau sederajat yang berasal dari Daerah Tertinggal berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 tahun 2020.

Baca juga: IPB University Buka Lowongan Dosen Tetap Non PNS Pendidikan Kedokteran

Berikut selengkapnya benefit, syarat, dan cara daftar beasiswa S1 Ujung Negeri Universitas Pertamina:

Komponen Beasiswa S1 Ujung Negeri 2022

  • Pembebasan biaya uang pangkal Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI)
  • Pembebasan biaya Sumbangan Penyelenggaran Pendidikan (SPP) 100% selama 8 semester
  • Uang saku di semester ganjil dan genap selama 8 semester
  • Pembebasan biaya Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina (POP-UP)
  • Pembebasan biaya Asuransi Kecelakaan Mahasiswa
  • Pembebasan biaya tes narkotika
  • Subsidi pembayaran Kuliah Lapangan/Kerja Praktik
  • Pembebasan biaya wisuda
  • Berkesempatan untuk tinggal di asrama

Syarat Beasiswa Ujung Negeri Universitas Pertamina 2022

  • Calon mahasiswa yang mengikuti seleksi adalah siswa lulusan 2021 dan 2022.
  • Memiliki nilai rapor semester 1-5 dengan rata-rata minimum 75 dari nilai maksimal 100.
  • Opsi lintas jurusan hanya dapat dipilih siswa yang berasal dari jurusan IPA saat SMA.

Dokumen Pendaftaran

  • Scan berkas surat keterangan/rekomendasi dari sekolah (template disediakan)
  • Scan berkas formulir pendaftaran dan pengajuan beasiswa yang telah dilengkapi dan ditandatangani di atas meterai Rp 10.000 (formulir disediakan)
  • Scan berkas transkrip nilai rapor semester 1 (satu) hingga semester 5 (lima) (template disediakan)
  • Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon mahasiswa atau fotokopi Kartu Tanda Siswa/Kartu Pelajar jika belum berusia 17 (tujuh belas) tahun
  • Scan KTP orangtua/wali
  • Scan Kartu Keluarga (KK)
  • Scan slip gaji orang tua atau surat keterangan penghasilan dari kelurahan (asli) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
  • Scan bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) bagi peserta pendaftar Beasiswa Ujung Negeri.

Tahapan Seleksi Beasiswa

  • Seleksi Tahap 1: Seleksi berkas dan administrasi
  • Seleksi Tahap 2: Ujian Masuk (tes tertulis)
  • Wawancara.

Cara Daftar Beasiswa S1 Ujung Negeri Universitas Pertamina

  • Peserta melakukan pendaftaran secara mandiri pada laman Pendaftaran Beasiswa Universitas Pertamina.
  • Peserta melakukan pengisian data diri dan pengunggahan berkas persyaratan beasiswa sesuai dengan ketentuan.
  • Peserta memilih jenis beasiswa yang akan didaftarkan: Beasiswa Ujung Negeri
  • Peserta akan menerima email Konfirmasi Pendaftaran yang berisi nomor Virtual Account (VA) pembayaran biaya pendaftaran.
  • Peserta melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp100.000 ke nomor Virtual Account pembayaran sesuai dengan periode pembayaran yang dibuka.
  • Panitia Seleksi Beasiswa Universitas Pertamina akan melaksanakan seleksi berkas dan seleksi kelayakan calon mahasiswa berdasarkan data dan berkas yang diunggah oleh peserta.
  • Peserta yang dinyatakan lulus pada seleksi tahap I akan diarahkan untuk mengikuti Ujian Masuk (tes tertulis).
  • Ujian Masuk akan dilaksanakan secara daring atau luring (waktu pelaksanaan ujian akan disampaikan kemudian).
  • Peserta yang dinyatakan lulus pada seleksi tahap II, akan diarahkan untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
  • Pengumuman final hasil seleksi beasiswa ditentukan berdasarkan nilai pada tahapan seleksi yang telah diikuti.
    Selengkapnya tentang beasiswa S1 di Universitas Pertamina bisa dilihat di laman universitaspertamina.ac.id. Semoga berhasil, Sobat!

8 Tips Belajar Online di Rumah Agar Tetap Efektif dan Menyenangkan

Pemerintah memberlakukan belajar dari rumah sejak pandemi COVID-19. Namun, tak semua kegiatan ini terlaksana dengan baik karena ada saja kendala belajar online yang dialami oleh peserta didik.
Kegiatan belajar dari rumah dikenal juga dengan nama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ada risiko yang bisa dialami para peserta didik dalam pelaksanaan PJJ, seperti learning loss atau menurunnya kompetensi belajar siswa.

Maka dari itu, harus ada cara belajar online yang efektif dan menyenangkan di rumah. Apa saja ya?

Tips Belajar Online dikutip dari laman University of Washington:
1. Atur Jadwal
Walaupun belajar dari rumah, pastikan kamu tetap mengatur jadwal dengan baik. Misalnya, dengan waktu bangun, menyegarkan diri, serapan dan berpakaian rapi.

Rutinitas yang diatur dalam jadwal dapat memberikan sinyal pada otak ‘saatnya menyelesaikan pekerjaan’. Dengan begitu, belajar online dari rumah dapat dilaksanakan dengan efektif.

2. Buat Area Belajar
Adanya area belajar juga penting dalam melaksanakan PJJ. Sobat harus membuat batasan antara area belajar dan area santai agar tetap fokus belajar dan mengurangi tekanan saat di luar ruang belajar.

3. Tulis Catatan untuk Kelas Online
Menulis catatan untuk kelas online dapat membantu peserta didik untuk fokus pada pembelajaran. Dengan begitu, tangan juga akan sibuk tidak memegang handphone.

4. Lakukan Aktivitas Fisik
Belajar dari rumah membuat aktivitas fisik jarang dilakukan, untuk itu tetapkan waktu istirahat (setiap 45 menit) untuk bangun, bergerak. Sobat bisa melakukan peregangan, misalnya berjalan di sekitar ruangan atau melihat pemandangan di luar jendela.

5. Luangkan Waktu Sosial
Cara belajar menyenangkan di rumah lainnya adalah memberikan waktu luang untuk kehidupan sosial. Sobat tak perlu terus-terusan untuk fokus dalam belajar tetapi bisa juga melakukan telepon atau video call dengan teman dan keluarga.

6. Buat Rencana Belajar
Merencanakan capaian belajar untuk tiga hari ke depan, atau mengerjakan tugas-tugas kecil juga menjadi tips belajar online agar tetap efektif. Kegiatan ini bahkan bisa dilakukan bersama teman-teman agar lebih menyenangkan.

Baca juga: 11 “Wajah” dalam 75 Tahun, Lika-liku Perjalanan Kurikulum Indonesia

7. Makan dan Tidur Nyenyak
Hal terpenting agar kegiatan belajar tetap efektif dan menyenangkan adalah makan dan tidur yang nyenyak. Pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan tidur cukup selama 7-8 jam ya Sobat!

8. Hindari Multitasking
Tips belajar online terakhir adalah hindari multitasking atau melakukan banyak hal dalam satu waktu. Sobat bisa memecah kegiatan tersebut ke dalam beberapa jadwal.

Selamat mencoba!

Indonesia Bakal Punya 3 Provinsi Baru, Anak Sekolah Juga Perlu Pahami

Indonesia akan mempunyai 3 provinsi baru di wilayah Papua. Sebagaimana Badan Legislasi (Baleg) DPR RI setuju dengan tiga rancangan undang-undang yang mengatur provinsi-provinsi baru tersebut, maka nantinya Indonesia akan mempunyai 37 provinsi.
Persetujuan ini diambil melalui rapat pleno pengambilan keputusan hasil harmonisasi RUU tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah yang berlangsung di ruang Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (06/04/2022).

Rapat pleno pengambilan keputusan di ruang Baleg DPR itu dipimpin oleh Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi. Hasil harmonisasi RUU tentang ketiga provinsi baru ini juga disetujui seluruh fraksi.

Baca juga: Pancasila Jadi Mata Pelajaran Wajib Sekolah, Berlaku Mulai Juli

3 Calon Provinsi Baru di Indonesia
Ketiga calon provinsi baru di Indonesia adalah Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan Tengah. Adapun penamaannya ketiganya diusulkan sesuai dengan wilayah adat.

Provinsi Papua Selatan dinamakan Ha Anim, Papua Tengah diberi nama Meepago, dan Papua Pegunungan Tengah adalah Lapago. Ibu kota dan kabupaten yang tercakup ke dalam tiga provinsi ini adalah sebagai berikut:

A. Provinsi Papua Selatan (Ha Anim)
Ibu kota: Merauke
Kabupaten:
– Merauke

– Mappi

– Asmat

– Boven Digoel

B. Provinsi Papua Tengah (Meepago)
Ibu kota: Timika
Kabupaten:
– Paniai

– Mimika

– Dogiyai

– Deyiai

– Intan Jaya

– Puncak

– Puncak Jaya

– Nabire

C. Provinsi Papua Pegunungan Tengah (Lapago)
Ibu kota: Wamena
Kabupaten:
– Jayawijaya

– Lanny Jaya

– Memberamo Tengah

– Nduga

– Tolikara

– Yahukimo

– Yalimo

Menko Polhukam Mahfud Md sempat menyampaikan sebelumnya mengenai beberapa pertimbangan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Papua, di mana salah satunya adalah kepentingan strategis nasional.

“Selain pertimbangan kepentingan strategis nasional dalam rangka mengokohkan NKRI, juga masalah percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat serta memelihara citra positif Indonesia di mata internasional,” ucapnya kepada wartawan dalam keterangan tertulis pada Selasa (30/11/2021), seperti dikutip dari Ardianadw.com.

Dia mengutarakan, hal yang penting untuk diperhatikan dalam pembentukan DOB di Papua adalah kondisi geografis, daerah pantai, daerah pegunungan, keterisolasian daerah, luas daerah Papua, dan kondisi demografi. Di samping itu, ada juga jumlah penduduk, persebarannya yang tidak merata, kondisi sosial-budaya, dan proses pembangunan masyarakatnya juga perlu diperhatikan.

Viral Siswi Meninggal Dunia Dua Hari Sebelum Pengumuman SNMPTN 2022, Warganet Ikut Bangga dan Tetap Ucapkan Selamat

Pengumuman hasil SNMPTN 2022 sudah bisa dilihat mulai kemarin, Selasa (29/3/2022) pukul 15.00 WIB. Kebahagiaan dan rasa syukur terlihat oleh sejumlah siswa yang dinyatakan lulus.

Sayangnya sebuah postingan mendadak viral di Twitter, setelah akun @subschfess mengunggah gambar yang cukup menyedihkan di tengah euforia tersebut.

Gambar tersebut merupakan tangkapan layar pengumuman kelulusan SNMPTN seorang siswi bernama Khansa Nadya Fakhira. Ia ditanyatakan lulus jurusan gizi di Universitas Pendidikan Indonesia.

Di sebelahnya, ada foto nisan hitam putih, bertuliskan nama yang sama. Diduga itu adalah makam sang siswi, yang meninggal dunia dua hari sebelum pengumuman SNMPTN, atau 27 Maret 2022.

“Proud of u Caca,” tulis si pengunggah dengan emoji menangis.

Tentu saja, unggahan ini menarik perhatian dari warganet. Banyak yang menuliskan jika gadis tersebut seharusnya tengah merasakan kebahagiaan bersama orang terdekatnya karena keberhasilannya tersebut.

Namun, takdir berkata lain, kini ia sudah berada di tempat terindah di sisi Yang Maha Kuasa. Unggahan tersebut bahkan mendapatkan lebih dari 83 ribu tanda suka dengan komentar yang beragam.

“Welcome to our family, Khansa! yang tenang istirahatnya ya, you did great!,” tulis akun @UPIfess.

“Innalillahi, berpulang pun kamu masih bisa membahagiakan dan membanggakan orang-orang disekitarmu. Hebaat banget, semoga kamu tenang disana yaa,” kata @tojisxxxxx.

Baca Juga: Belajar Berhitung Menyenangkan dengan Jarimatika

“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kenapa ini lewat jam segini sih. Jadi ikutan sedih. Khansa hebat banget, semoga tenang di alam sana yaa,” ungkap @cerexxxxxx.

11 “Wajah” dalam 75 Tahun, Lika-liku Perjalanan Kurikulum Indonesia

Pandemi COVID-19 membuat hampir dua tahun pelajar di Indonesia harus menempuh pembelajaran secara daring. Di tengah peralihan kembali ke pembelajaran tatap muka, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, meluncurkan Kurikulum Merdeka. Ini adalah kurikulum yang ke-11 sejak masa kemerdekaan.
“Kurikulum Merdeka ini sudah kita tes di 2.500 Sekolah Penggerak. Namanya dulu Kurikulum Prototipe. Sekarang karena kita luncurkan pada sekolah-sekolah lain namanya Kurikulum Merdeka,” ujar Nadiem dalam peluncuran daring awal Februari lalu.

Menurut Nadiem, munculnya kurikulum baru ini dilatarbelakangi oleh krisis pembelajaran di Indonesia dalam 20 tahun terakhir. Kondisi ini diperparah oleh pandemi COVID-19 dengan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran, begitu kata Nadiem.

Pergantian kurikulum pendidikan sendiri sebenarnya bukan hal yang baru. Rezim sebelumnya kurikulum dua kali berubah pada 2006 dan 2013. Ungkapan “ganti menteri ganti kurikulum” pun selalu membayangi siapa pun yang menjabat sebagai menteri pendidikan.

Faktanya, sejak Indonesia merdeka pemerintah memang sudah melakukan 11 kali perubahan kurikulum. Berdasarkan penelusuran dari sejumlah dokumen kurikulum, di masa Orde Lama terdapat tiga jenis kurikulum.

Lanjut di Masa Orde Baru ada empat jenis kurikulum. Kemudian, era Reformasi sampai sekarang sudah berjalan empat jenis kurikulum.

Kurikulum Era Orde Lama
Kurikulum Pertama, “Rentjana Pelajaran 1947”
Era kemerdekaan, tepatnya pada 1947, muncul kurikulum pertama yang digunakan dalam sistem pendidikan Indonesia. Dulu namanya bukan kurikulum. Katanya, istilah kurikulum yang berasal dari bahasa Inggris curriculum ini kurang familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Kala itu masyarakat lebih suka menyebutnya dengan leer plan, istilah dari bahasa Belanda yang jika diartikan menjadi rencana pelajaran. Inilah yang membuat kurikulum pertama akrab disebut Rentjana Pelajaran 1947.

Kurikulum pertama ini berkiblat pada pendidikan Belanda yang diubah untuk kepentingan nasional. Pada pelaksanaannya, kurikulum ini tidak menekankan pada aspek kognitif. Namun, lebih mengutamakan pendidikan karakter untuk memupuk rasa nasionalisme.

Mata pelajarannya terpisah-pisah atau istilahnya separated curriculum. Selain itu, jumlah mata pelajaran untuk setiap jenjang pendidikan juga berbeda. Kurikulum ini nampak begitu sederhana.

Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Lima tahun berselang, pemerintah melakukan perbaikan kurikulum dengan merinci setiap mata pelajaran. Namanya Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Sama seperti sebelumnya, istilah kurikulum belum digunakan pada era ini.

Secara garis besar kerangkanya hampir sama dengan Rentjana Pelajaran 1947. Bedanya kurikulum ini sudah mengarah pada sistem pendidikan nasional. Materi yang diajarkan juga disangkut pautkan dengan kehidupan sehari-hari.

Rentjana Pendidikan 1964
Penyempurnaan kurikulum dilakukan lagi pada 1964. Kali ini pembelajaran dibuat lebih aktif, kreatif, dan produktif. Setiap sekolah wajib membimbing siswanya agar mampu memecahkan masalah yang ada dan berkembang di masyarakat.

Metode belajar yang diterapkan pada masa ini adalah gotong royong terpimpin. Pemerintah juga menetapkan hari Sabtu sebagai hari Krida, di mana siswa bebas melakukan berbagai kegiatan sesuai minat dan bakatnya. Mulai dari bidang kebudayaan, kesenian, hingga olahraga.

Tak cukup sampai di situ, pemerintah juga ingin agar rakyatnya memperoleh pengetahuan akademik sebagai bekal pada jenjang SD. Karenanya, pembelajaran fokus pada program Pancawardhana, yakni pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan, dan jasmani.

Kurikulum Era Orde Baru
Kurikulum 1968
Pada 1968 kurikulum baru lahir menggantikan warisan Orde Lama. Materi pelajaran mencakup kelompok peminatan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Pendidikan jasmani, moral budi pekerti, dan keyakinan beragama juga ditonjolkan dalam kurikulum ini.

Jumlah mata pelajaran yang diajarkan pada kurikulum era awal Orde Baru ini sebanyak sembilan mata pelajaran. Namun, pembelajaran bersifat teoritis belaka. Artinya, tidak ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Kurikulum 1975
Pembaruan kurikulum yang melahirkan Kurikulum 1975 dilatarbelakangi oleh pembangunan nasional. Kurikulum ini bersifat sentralistik dan sekolah tinggal menjalankan bentuk kurikulum yang disusun oleh pemerintah pusat.

Kurikulum 1975 mengarah pada pendidikan yang efektif dan efisien. Metode hingga materi pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) atau dikenal dengan satuan pelajaran. Inilah yang kemudian memunculkan sejumlah kritik dari pelaksana di lapangan.

Sistem penilaian dalam Kurikulum 1975 dilakukan setiap akhir pelajaran atau akhir satuan pembelajaran. Inilah yang membedakan kurikulum ini dengan tahun sebelumnya.

Kurikulum 1984
Hampir jalan satu dekade, pemerintah kembali menyempurnakan kurikulum dan melahirkan Kurikulum 1984 atau disebut Kurikulum 1975 yang Disempurnakan. Kurikulum ini menggunakan pendekatan keterampilan proses (process skill approach). Dalam hal ini, siswa sebagai subjek belajar yang selalu aktif.

Mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan menjadi rutinitas yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran di sekolah. Metode ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL). Namun, sistem ini justru membuat kegaduhan di kelas.

Mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang diajarkan pada tahun sebelumnya berganti nama menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Selain itu, pemerintah juga mewajibkan mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB)–kini telah dihapus.

Baca Juga: Fenomena Nikah Beda Agama di Indonesia Perspektif Fenomenologi

Menurut catatan, masuknya mata pelajaran PSPB dalam kurikulum 1984 dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan Presiden Soeharto terhadap kurikulum 1975. Pada waktu itu, PSPB belum tercantum dalam kurikulum 1975/1976/1977.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI kala itu, Nugroho Notosusanto lalu mengeluarkan kurikulum baru yang memasukkan PSPB sebagai mata pelajaran wajib. Nugroho mengatakan, PSPB ditetapkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program pendidikan Pancasila.

“Dalam rangka mencapai tujuan seperti yang dimaksudkan, maka kedudukan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa ditetapkan sebagai satu mata pelajaran yang berdiri sendiri yang merupakan bagian terpadu dari program pendidikan Pancasila dan program inti,” ucap Nugroho dalam kata pengantar Kurikulum 1984.

Kurikulum 1994
Perubahan kurikulum kembali dilakukan. Kali ini, pemerintah memadukan Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984 yang melahirkan Kurikulum 1994. Kurikulum ini dilaksanakan berdasarkan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Siswa era 90-an saat itu untuk pertama kalinya belajar dengan sistem catur wulan. Sistem ini membagi satu tahun menjadi tiga bagian waktu. Tujuan pengajaran seperti ini untuk fokus pada materi pelajaran dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.

Ismatul Maula dkk dalam bukunya Kurikulum Pendidikan mengkritisi, antara tujuan dan proses penerapan Kurikulum 1994 di lapangan kurang sesuai. Muatan nasional dan muatan lokal porsinya sangat banyak. Alhasil, kurikulum ini super padat dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Menurut studi dokumentasi yang dilakukan oleh Hari Suderajat, materi pelajaran dalam kurikulum ini hanya fokus pada hafalan saja dan tidak memahami apa substansinya. Sistem inilah yang mencetak anak-anak menjadi pasif.

Terlepas dari kekurangan yang ada, Kurikulum 1994 memberikan kemudahan pada guru, terutama saat penilaian. Sebab, pembelajaran berbasis pada aspek kognitif. Selain itu, setiap mata pelajaran juga berdiri sendiri dan memudahkan untuk diubah.

Kurikulum Era Reformasi-Sekarang
Kurikulum 2004 “Kurikulum Berbasis Kompetensi”
Era Reformasi kurikulum berubah cukup signifikan. Pada tahun 2004, pemerintah merancang pembelajaran berbasis kompetensi, sebutannya KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Selain pengetahuan dan pemahaman, siswa juga dididik untuk menguasai keterampilan, sikap, minat, motivasi, dan nilai-nilai untuk melatih tanggung jawab, khususnya saat melakukan sesuatu.

Setidaknya ada tiga unsur yang terkandung dalam kurikulum ini. Ketiganya adalah kesesuaian pemilihan kompetensi, indikator sistem evaluasi yang spesifik untuk menentukan keberhasilan capaian, dan pengembangan pembelajaran.

Kurikulum 2006
Baru jalan dua tahun, siswa sudah harus merasakan kurikulum baru. Tetapi, kurikulum ini sebenarnya merupakan penyempurnaan dari KBK. Namanya Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Prinsipnya hampir sama dengan kurikulum sebelumnya. Hanya saja, kurikulum ini mengusung tiga aspek yang saling berkesinambungan, yakni pembelajaran, sistem penilaian, dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.

KTSP menuntun siswa untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, minat dan bakatnya, yang pada akhirnya menjadikan mereka sebagai siswa mandiri yang terampil. Sumber belajar yang digunakan juga mulai beragam, tidak hanya dari guru. Bisa teman sebaya hingga buku-buku film edukatif.

Untuk ujiannya, guru melihat pada proses dan hasil berdasarkan target pencapaian kompetensi. Tahun ini pula, Mendikbud menerbitkan peraturan terkait standar kelulusan.

Akan tetapi pada pelaksanaannya, KTSP dianggap tidak secara penuh menerapkan prinsip kurikulum berbasis kompetensi dan tidak mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara holistik. Proses pembelajaran juga tidak dijelaskan secara detail.

Sebelum benar-benar beralih ke KTSP, ada satu kurikulum lagi sebenarnya yang disebut Kurikulum Suplemen. Sebagian referensi tidak memasukkannya sebagai kurikulum karena sifatnya suplemen. Kurikulum ini merupakan jawaban atas polemik yang terjadi saat itu dengan hilangnya kata G30S/PKI dalam materi pembelajaran sejarah.

Kurikulum 2013
Kemunculan era teknologi membuat pemangku kebijakan pendidikan harus memutar otak. Kurikulum KTSP dianggap tidak relevan lagi–selain banyaknya kekurangan yang ada. Akhirnya, lahirlah Kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 menekankan pada pendidikan karakter, harapannya tak lain agar siswa-siswa itu menjadi produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Proses dan hasil pembelajaran mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia.

Sejak saat inilah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik dijalankan dengan porsi seimbang. Guru-guru dituntut untuk bisa merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna, memilih pendekatan yang sesuai, menentukan prosedur pembelajaran, dan menetapkan kriteria keberhasilan.

Kurikulum Merdeka
Pergantian kurikulum yang diklaim sebagai paradigma baru terjadi di era Mendikbudristek Nadiem Makarim. Era ini pula ujian nasional (UN) yang menentukan kelulusan siswa dihapus.

Perjalanan kurikulum ini bermula saat awal pandemi. Nadiem meluncurkan Kurikulum Darurat untuk merespons digelarnya pembelajaran daring. Jumlah materi yang diajarkan kepada siswa turun drastis. Tujuannya, agar siswa dan guru mendalami topik-topik yang paling esensial saja.

Kurikulum Darurat ini adalah Kurikulum 2013 yang disederhanakan. Ini hanya opsional. Setidaknya 31,5 persen sekolah di Indonesia beralih menggunakan kurikulum masa merebaknya COVID-19 ini.

Migrasi satuan pendidikan tersebut menurut Kemendikbudristek ternyata menunjukkan dampak positif. Berdasarkan riset internal, learning loss yang dialami cenderung lebih singkat, hanya satu bulan. Sementara sekolah yang tidak menerapkannya merasakan selama lima bulan.

Melihat keberhasilan tersebut, Nadiem meluncurkan kurikulum baru yang disebut Kurikulum Merdeka. Sebelum resmi diluncurkan dengan nama barunya, kurikulum ini disebut dengan Kurikulum Prototipe.

“Sekarang waktunya kita punya kurikulum yang ringkas, sederhana, dan lebih fleksibel untuk bisa mendukung learning loss recovery dan mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara lain,” ucap Nadiem saat mengenalkan kurikulum baru Februari lalu.

Menurut pemaparan Nadiem, kurikulum ini memiliki tiga keunggulan. Pertama, lebih sederhana dan mendalam karena hanya fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi siswa pada fasenya.

Kedua, tidak ada program peminatan bagi siswa jenjang SMA. Kata Nadiem, ini lebih merdeka karena siswa bebas untuk memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Guru pun juga lebih fleksibel.

Ketiga, relevan dan interaktif. Pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan proyek. Ini akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk aktif mengeksplorasi isu-isu aktual.

Terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, menyebut bahwa Kurikulum Merdeka ini tidak benar-benar baru. Sebab, filosofinya masih sama dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

“Kurikulum baru atau Kurikulum Merdeka saya memberi catatan itu bukan terus baru. Brand new itu nggak juga karena kurikulum merdeka ini sebenarnya tujuannya, filosofinya sama dengan kurikulum-kurikulum kita yang lama,” ucap Wikan saat mengisi acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch IV daring yang diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation pekan lalu.

“Yaitu ingin menciptakan lulusan yang kompeten, unggul, berkarakter, berdaya saing tinggi, sama tujuannya sama. Cuma caranya ada modifikasinya,” tambahnya.

Kurikulum Merdeka baru mulai diterapkan dalam skala nasional tahun ini. Hasilnya, menurut Wikan mungkin baru dapat terlihat tiga sampai enam tahun ke depan.

Tanggapan PGRI hingga Pakar Pendidikan
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengatakan kurikulum memang harus berubah sesuai dinamika perkembangan zaman. Hanya saja, perubahan kurikulum yang wajar seharusnya dilakukan atas dasar analisis kebutuhan (need assessment) dan melalui evaluasi.

“Jika kita bicara konteks kurikulum 2022, maka kita harus bisa berdiskusi secara akademik sejauh mana terjadi need assessment, sejauh mana terjadi evaluasi terhadap kurikulum 2013. Itu yang kemudian memicu terjadinya perubahan kurikulum secara wajar,” kata Ketua Departemen Litbang PB PGRI, Sumardiansyah Perdana Kusuma, Selasa (5/4/2022).

Namun, kata Sumardiansyah, apabila kedua hal tersebut tidak terpenuhi, perubahan kurikulum ini tak ubahnya seperti sebuah intervensi politik dari penguasa. Inilah yang kemudian muncul istilah “ganti menteri ganti kurikulum”.

Guru SMAN 13 Jakarta ini menyebut Kurikulum Prototipe ini masih prematur. Sebab, belum bisa diuji sejauh mana dampak secara nasional karena data-data yang ada basisnya pada penerapan Kurikulum 2013.

Atas nama PGRI, dia mengungkapkan, yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah melakukan penguatan infrastruktur pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan meningkatkan kapasitas guru, terutama skill digital dan literasi digital.

Dengan tegas ia mengatakan, perubahan kurikulum dalam situasi pandemi saat ini bukanlah hal yang mendesak. Learning loss recovery bisa dilakukan dengan menata kembali kurikulum yang sudah ada, bukan malah mengubahnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Kebijakan Kurikulum Komisi X DPR RI, Senin (4/4/2022) lalu, sejumlah perwakilan organisasi penyelenggara pendidikan juga mengkritisi hadirnya Kurikulum Merdeka.

Mereka berasal dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), Majelis Pendidikan Nasional Katolik, dan Majelis Pusat Pendidikan Kristen.

Perwakilan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah melihat bahwa kurikulum paling baru ini justru seperti menerapkan kurikulum masa lalu yang berbasis konten, setelah sekian lama Indonesia menganut kurikulum berbasis kompetensi.

Katanya, jika alasannya untuk learning loss recovery akibat pandemi, semestinya ada upaya lain, bukan malah memberikan beban kepada sekolah untuk mengadopsi kurikulum baru. Hal senada juga diungkapkan LP Ma’arif NU.

Adapun Ketua Majelis Pusat Pendidikan Kristen, David Tjandra mengatakan perubahan kurikulum harusnya memperhatikan aspek yang lebih luas dan mendasar, yaitu tujuan pendidikan nasional yang futuristik tidak sekedar reaktif oleh karena masa pandemi seperti sekarang.

“Memperhatikan tantangan pendidikan jauh ke depan bukan hanya tantangan yang ada saat ini. Oleh karena itu, perlu ada peta jalan yang jelas untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sehingga tidak terkesan ‘ganti menteri ganti kurikulum’,” ujarnya.

Organisasi penyelenggara pendidikan juga menyoroti perlunya keterampilan guru yang memadai untuk bisa menginterpretasi dan menerapkan Kurikulum Merdeka ini. Sehingga penguatan kapasitas guru mestinya menjadi perhatian serius. Sebab, merekalah ujung tombaknya.

Pancasila Jadi Mata Pelajaran Wajib Sekolah, Berlaku Mulai Juli

Pancasila akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran baru pada Juli 2022. Aturan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Dikutip dari laman Wakil Presiden Republik Indonesia, Pancasila akan menjadi mata pelajaran tersendiri. Pancasila tak lagi tergabung dengan Kewarganegaraan seperti yang dilakukan saat ini.

“Kalau dulu Pancasila bagian dari pelajaran kewarganegaraan, sekarang kewarganegaraan bagian dari Pancasila,” kata Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Baca juga: 5 Tips Mendidik Anak yang Baik, Apa Saja?

BPIP telah menyusun 15 buku pelajaran Pancasila untuk tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Yudian mengatakan, buku tersebut telah diujicoba dan diberi masukan dari Komisi II (DPR RI) dan kementerian terkait.

Buku tersebut mengandung praktik Pancasila sebanyak 70 persen dan teori sebesar 30 persen. Untuk teori misalnya sejarah Pancasila, sedangkan praktik meliputi tindak lanjut gotong royong dan berkeadilan sosial.

“Yang intinya guru mengajak siswa berpikir untuk menemukan diri mereka dalam berPancasila di lingkungan masing-masing, sehingga diharapkan nanti akan lahir pahlawan-pahlawan dalam berbagai dimensi, yang bisa dilihat dari lingkungan masing-masing,” kata Yudian.

Menurut Yudian, buku pelajaran Pancasila tersebut tidak ada masalah. Upaya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila mendapat apresiasi dari Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Termasuk menjadikan Pancasila sebagai pelajaran tersendiri.

“Saya mendukung dan menyambut baik upaya-upaya implementasi nilai-nilai Pancasila kepada siswa mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan mahasiswa dan alumni perguruan tinggi dalam dan luar negeri, dan juga kalangan masyarakat luas, termasuk para pengusaha,” kata KH Ma’ruf Amin.

Wapres mengatakan, Pancasila adalah dasar negara yang telah diterima seluruh masyarakat Indonesia. Namun dalam praktiknya masih membutuhkan berbagai upaya, agar dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik secara pribadi, berkelompok, atau dalam organisasi.

Fenomena Nikah Beda Agama di Indonesia Perspektif Fenomenologi

Pada 18 Maret 2022 fenomena pernikahan beda agama kembali terjadi di Indonesia, berbagai pihak memberikan respon mulai dari masyarakat sipil sampai kepada para akademisi. Tidak jarang kita masih mendengar pemaparan oleh orang yang dianggap ahli hukum mengatakan bahwa nikah beda agama boleh dan sah, baik secara agama maupun Negara. Maka, dalam tulisan ini akan penulis jelaskan terlebih dahulu alasan apa saja yang menjadi dalil atau aturaan hukum yang digunakan oleh orang yang berpendapat boleh, dan seberapa kuat dalil yang digunakan, kemudian penulis langsung jelaskan dengan dasar hukum yang digunakan semestinya, dengan harapan pembaca akan mudah memahami serta dapat mengambil kesimpulan yang baik dan benar.

Sebut saja Ahmad Nurcholis yang menjadi konselor pernikahan beda agama yang langsung dengan terang-terangan yang baru-baru ini terjadi di Semarang. Ahmad Nurcholis menyebutkan, bahwa pernikahan itu adalah setiap hak warga Negara meskipun mereka berbeda agama tetap bisa melaksanakan pernikahan, dan hal ini bukan hal pertama terjadi. Nurcholis merujuk kepada UUD Perkawinan, UUD Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 pasal 2 ayat 1 dijelaskan, bahwa pernikahan sah jika dilaksanakan sesuai dengan hukum agamanya masing-masing. Nurcholis menafsirkan pasal ini “untuk mereka yang berbeda agama, supaya sah sesuai dengan hukum agamanya masing-masing, maka mereka menikah melalui dua tata cara. Jadi, dalam hal ini misalnya antara orang Islam dan Kristen, maka selain pernikan tata cara Islam mereka juga melaksanakan pemberkatan. ((Nikah Beda Agama di Indonesia, Kok Bisa ?

Untuk menjawab pernyataan di atas, dapat difahami Pasal yang digunakan sebagai atuan yang membolehkan, bahwa pernikahan harus didasarkan pada aturan dari pasangan secara seragam. Pasal ini diperkuat oleh pasal 8 huruf f yang menyebutkan, perkawinan dilarang antara dua orang yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku, dilarang kawin. Pasal ini secara tegas ingin mengakomodir hukum-hukum yang berlaku dalam agama setiap pemeluknya termasuk agama Islam. (Wawancara dengan Bapak Abdul Aziz, hakim Peradilan Agama Pekanbaru, sekarang bertugas di Jakarta Selatan, Lihat juga UU Perkawinan No. 1/1974, pasal 2 ayat (1), pasal 8 huruf f dan pasal 57.)

Aturan ini dipertegas oleh pasal 40 dalam KHI yang secara eksplisit mengatur tentang larangan perkawinan antara laki-laki Muslim dengan wanita non-Muslimah dan wanita Muslimah dengan laki-laki non-Muslim. Pasal tersebut melarang perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita karena keadaan tertentu. Keadaan tertentu tersebut adalah: a. wanita yang bersangkutan masih terikat satu perkawinan dengan pria lain; b. seorang wanita yang masih berada dalam masa iddah dengan pria lain; c. seorang wanita yang tidak beragama Islam (UU Perkawinan No. 1/1974, pasal 57. Lihat juga Zainuddin Ali, Hukum Perdata Islam di Indonesia, 101. )

Keadaan tertentu pada pasal c ini secara eksplisit menghendaki pelarangan terjadinya perkawinan antara laki-laki (Muslim) dengan wanita non-Muslimah. Pasal ini memberikan penjelasan bahwa wanita non-Muslimah apapun agama yang dianutnya tidak boleh dinikahi oleh laki-laki yang beragama Islam. Pasal 44 mempertegas pelarangan tersebut dengan menyatakan bahwa seorang wanita Muslimah dilarang melangsungkan perkawinan dengan seorang pria yang tidak beragama Islam. Pasal ini secara tegas melarang terjadinya perkawinan antara wanita Muslimah dengan pria non-Muslim baik kategori ahlul Kitab maupun tidak termasuk kategori ahlul Kitab. (UU Perkawinan 1974., pasal 44. ) Pasal 60 menyatakan bahwa pencegahan perkawinan bertujuan untuk menghindari suatu perkawinan yang dilarang hukum Islam dan peraturan perundang-undangan, dan pencegahan perkawinan dapat dilakukan bila calon suami atau calon isteri yang akan melangsungkan perkawinan tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan menurut hukum Islam dan peraturan perundang-undangan. Pasal ini dengan jelas mencegah terjadinya perkawinan terhadap calon mempelai yang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh hukum Islam maupun peraturan perundang-undangan, termasuk syarat kesamaan agama (Islam).

Kemudian yang kedua Dalil hukum Islam (al-Qur an) yang digunakan oleh yang membolehkan nikah beda agama pada umumnya adalah potongan ayat al-Maidah ayat 5 yang artinya:

(Dan Dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik.

Lewat ayat ini menurut Nurcholis (konselor yang membolehkan nikah beda agama) menjelaskan, bahwa laki-laki Muslim itu boleh untuk menikah dengan perempuan yang baik-baik dari ahlu al-Kitab. Meskipun yang terjadi adalah sebaliknya, maka ayat atau dalil yang dugunakan juga adalah ayat yang sama, dengan alasan bahwa Islam tidak diskriminatif atau pendekatan Gander, dan juga Nurcholis sebagai orang yang menjadi konselor pernikahan beda agama menyatakan bahwa prinsip dari segala sesautu adalah boleh sepanjang tidak ada nash yang melarang. Jadi, Nurcholis menyebutkan bahwa tidak ada ayat yang melarang. (Nikah Beda Agama di Indonesia, Kok Bisa ?

Sebelum membahas lebih lanjut penulis menjelaskan terlebih dahulu untuk mengetahui dengan baik tentang aturan atau hukum tentang pernikahan beda agama dan kaitannya dengan penggunaan dalil di atas, kita perlu membahas tentang orang yang disebut musyrik dan ahlul Kitab. Musyrik adalah sekelompok penyembah berhala, penyembah api dan benda-benda lain, artinya menyembah selain Allah. Para ulama sepakat melarang atau mengharamkan seorang laki-laki Muslim atau wanita Muslimah menikah dengan seorang wanita atau laki-laki musyrik. Para ulama dalam kelompok ini mengartikan musyrik dengan sekelompok orang yang melakukan penyembahan terhadap berhala, api, dan benda-benda lain, seperti telah disebutkan. (Abu Zahrah, al-Ahwāl al-Syakhsiyyah, 112. )

Dasar hukum dari keharaman yang dipegang oleh para ulama ini adalah ayat al-Quran yang menyatakan bahwa tidak diperbolehkan para laki-laki Muslim menikah dengan wanita musyrik, meskipun mereka sangat menarik dan tidak diperbolehkan wanita Muslimah menikah dengan laki-laki musyrik (al-Baqarah/2: 5) (Lihat juga Wahbah Zuhayly, al-Fiqh al-Islāmiy wa Adillatuhu, 151. )

Sementara ahlul Kitab adalah sekelompok orang yang memiliki kitab dan meyakini kitab yang dimilikinya, selain al-Quran. Terkait dengan ahlul Kitab ini, jumhur ulama berpendapat bahwa wanita ahlul Kitab boleh dinikahi laki-laki Muslim. Namun, seorang wanita Muslim dilarang menikah dengan seorang laki-laki dari golongan ahlul Kitab. Dasar dari aturan ini adalah ayat al-Quran yang sangat jelas menerangkan hal ini dan menyebutkan bahwa makanan dan wanita-wanita ahlul Kitab dihalalkan bagi kaum Muslim (Wahbah Zuhayly, al-Fiqh al-Islāmiy wa Adillatuhu 113-115) Ahlul Kitab dibedakan dari kelompok musyrik dalam al-Quran, dan perbedaan penyebutan musyrik dan ahl al-kitāb menurut beberapa kalangan menunjukkan bahwa al-Quran membedakan kedua kelompok ini.( Zainuddin Ali, Hukum Perdata Islam di Indonesia (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), 100.)

Prof. Hamka menjelaskan terkait ayat di atas menjelaskan, bahwa orang Islam selain boleh menikahi perempuan mukminat dan halal pula nikah dengan ahlul kitab; Yahudi dan Nasrani, alasan diperbolehkan dalam hal ini kata Hamka merupakan kobolehan yang diberikan kepada orang yang telah disebut pada permulaan ayat 1 dan 2 sebelumnya: “wahai orang-orang yang beriman!” Orang yang beriman telah ada sinar tauhid di dalam dirinya, dan dia akan menjadi pemimpin dan akan mencontohkan bentuk ketaatan kepada Allah. Bahkan prof Hamka dalam menjelaskan ayat ini mengambil pemahaman, bahwa laki-laki Islam yang lemah imannya keizinan ini tidak diberikan. Karena bagi yang lemah iman itu dalam hal ini seperti “tukang pancing akan dilarikan ikan”. (Abdulmalik Abdulkarim Amrullah, Tafsir Al-Azhar, Jilid 3 Singapura: Pustaka Nasional, 1999, h. 1630-1631)

Dapat difahami bahwa, pembolehan nikah beda agama dalam ayat di atas hanyalah ditujukan kepada ahlul kitab, dalam hal ini yahudi dan nasrani dengan catatan yang menjadi calon suami adalah dari orang Islam dan yang akan menjadi calon Istri dari perempuan ahlul kitab, tidak sebalaiknya. Boro-boro membolehkan pernikahan sebalaiknya sebagaimana yang disampaikan Nurcholis di atas, bahkan Prof. Hamka seorang ahli tafsir Indonesia ini menyatakan laki-laki Islam yang lemah imannya keizinan ini tidak diberikan.

Dalam hal ini juga pandangan al-Syirazi lebih jelas, bahwa apa yang tercantum dalam al-Muhazzab, Muhibuddin dalam artikelnya menuliskan bahwa laki-laki Muslim boleh menikahi wanita merdeka ahlul Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani dan orang yang masuk agama mereka sebelum adanya penggantian. Ia juga menjelaskan tentang pandangan al-Malibari yang menegaskan bahwa keislaman dan keahlikitaban adalah syarat bagi wanita yang dapat dinikahi oleh laki-laki Muslim. Namun demikian, menurutnya, meskipun membolehkan, Syafi’iyah dan Hanabilah memberikan syarat bahwa orang tua dari si ahlul Kitab harus ahli Kitab. (Lihat al-Syafi’i, al-Umm, Juz 4 (Ttp.: Tpn., 1982), 13. Lihat juga penjelasan tentang hal ini dalam tulisan Muhibuddin, “Tafsir Baru Nikah Beda Agama”, www.pa-wonosari.net.) Pendapat ini menempatkan syarat ketat tentang perkawinan semacam itu. Kepemilikan perempuan atas al-Kitāb tidak boleh dikacaukan dengan masuknya salah seorang keturunannya ke agama lain (al-kitābiyyah al-khālisah).
Apalagi disaat orang yang membolehkan nikah beda agama dengan alasan bahwa tidak ada ayat yang mengharamkan, maka artinya boleh. Ini sebenarnya adalah kaedah dikutip dengan lafaz aslinya :

الأصل فى المعا ملة الإباحة إلاّ أن يدلّ على تحريمها

“ Hukum asal dalam semua bentuk muamalah adalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang menharamkannya”. ( Dewan syariah nasional DSN selalu menggunakan kaidah ini dalam keputusan-keputusannya. Lihat himpunan Fatwa DSN Edisi Kedua Tahun 2008.)

Jadi sangat miris disaat orang yang dianggap ahli hukum Isalm, tapi menggunan kaidah diatas dalam ranah pernikahan yang seharusnya kaidah itu untuk ranah muamalah. Lebih jelasnya dapat lihat disaat Prof. Djazuli menjelaskan kaidah-kaidah fiqih yang khusus, dengan jelas dan tegas beliau menempatkan kaidah diatas dalam kaidah-kaidah khusus bidang muamalah atau transaksi. (Lihat Kaidah-Kaidah Filik –Kaidah Kaidah Hukum Islam Dalam menyelesaikan Masalah-masalah praktis, h.128-130).

Selain dalil agama, biasanya para akademisi yang membolehkan juga akan berdalihkan bahwa nikah beda agama dapat di catatkan. Sebagaimana dikatakan oleh Nurcholis sebagai konselator yang membolehkan pernikahan beda agama, bahwa pencatatan itu dilakukan oleh yang secara non Islam, jadi yang pemberkatan itulah yang dicatatakan di Duk Capil untuk mendapatkan akta nikah, Nurcholis mengacu pada edaran MA nomor 231 bagia berbeda agama itu harus menundukkan hukum pada salah satu pasangannya. Lebih lanjut Nurcholis menyebutkan, maka jika dalam hal ini yang terjadi pernikahan beda agama antara orang Islam dan Katolik, maka orang Islam itu menundukkan hukum kepada Katolik. Kemudian Nurcholis juga menyampaikan, bahwa tidak semua Discuk Capil mau menerima/mencatatkan pernikahan beda agama, Discuk capil yang mau menerima/mencatatkan adalah yang memahami UUD Perkawinan dan edaran MA dengan sederhana yang penting adalah “ada bukti pengesahan pernikahan tersebut” karena pencatatan sipil itu mencatatkan pernikahan yang diluar Islam, maka yang mereka ambil adalah pernikahan yang secara non Islam itu. Dan jika ditolak oleh pencatatan sipil maka para pihak akan mencari keadilan di Pengadilan, dalam hal ini pengadilan Negeri, seperti pernikahan yang pernah terjadi di Pontianak. ((Nikah Beda Agama di Indonesia, Kok Bisa ?

Terkait pencatatan ini penulis dan juga pembaca akan mudah memahami. Karena memang pernikahan yang agamanya sama tidak ada kendala. Jika orang Islam menikah dengan orang Islam akan dengan mudah KUA setempat mencatatkan pernikahan mereka dan akan mendapatkan semua hal dalam Adm pernikahan. Karena dasar hukum yang digunankan oleh KUA adalah Intruksi Presiden nomor 1 tentang Kompilasi Hukum Islam. Dan juga pengadilan yang menangani perkara seperti pernikahan, kewarisan bagi orang Islam adalah Pengadilan Agama bukan malah ke Pengadilan Negeri.

Baca Juga: 5 Tokoh Pendidikan dan Pejuang Kemerdekaan RI yang Kuliah Kedokteran

Jadi apa yang disampaikan oleh orang yang membolehkan pernikahan beda agama tidaklah ada pijakam hukumnya dan tidak dapat dipertanggung jawabkan, baik hukum Islam maupun hukum positif (hukum Negara). Apalagi kita merujuk kepada ayat al qur an surat ar-Rum;30:21 tentang tujuan pernikaha, lebih lanjut lihat Tulisan Muhammad Hafiz tujuan pernikahan dalam al quran https://muamalatcenterconsulting.com/tujuan-pernikahan-dalam-al-quran-tafsir-q-s-ar-rum-30-21/.

Apa yang terjadi di Indonesai adalah merupakan sebuah fenomena, diamana seseorang akan mengambil langkah dimana dan dengan siapa ia berinteraksi, apalagi yang tidak didasari ilmu pengetahuan yang mapan. Misalnya orang yang mau menikah tidak lebih dahulu memahami tentang konsep hukum keluarga (ahwal al-syakhsiyyah) atau hukum yang mengatur, fenomena-fenomena seperti ini sering dilatar belakangi juga karena terlalu memuji-memuji konsep hak asasi manusia dengan berdalihkan bahwa semua orang punya hak untuk memelih pasangan tanpa terlebih dahulu mencari, mengkaji dan memahami hal-hal mudarat apa yang akan terjadi di kemudian hari dan maslahat apa yang ingin dicapai.

Pada akhirnya, Kemaslahatankemaslahatan itu sangat jelas bagi orang-orang yang memiliki akal sehat dan tabiat lurus yang oleh Allah ‘Azza wa Jalla mereka dikarunia akal yang berkilau dan pemikiran yang cemerlang, memiliki perangkat ilmu, hati mereka diterangi dengan pemahaman terhadap tujuan berbagai perkara, pemahaman mereka terhadap hal-hal yang perlu penalaran dan ijtihad.

5 Cara Mendidik Anak yang Efektif untuk Para Orangtua

Orangtua yang gagal mendidik anak di masa kecil, akan sulit mengulang maupun memperbaikinya saat anak beranjak dewasa. Mendidik anak dengan tegas dan mengajari anak agar mandiri dapat dijadikan cara efektif untuk mendidik anak.

Orangtua yang gagal mendidik anak di masa kecil, akan sulit mengulang maupun memperbaikinya saat anak beranjak dewasa. Sebab, pendidikan sejak dini, akan melekat pada anak hingga dewasa. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menemukan pola asuh paling optimal. Berikut beberapa cara mendidik anak yang efektif dan bisa menjadi referensi bagi Anda.

Cara Mendidik Anak dengan Bersikap Tegas

Pada usia 6-16 tahun, anak-anak memang lebih suka bertindak atas kemauan mereka sendiri. Untuk itulah, Anda perlu memberikan batasan pada anak. Misalnya, anak baru boleh menonton acara televisi di akhir pekan. Di hari-hari sekolah, mereka harus fokus mengerjakan tugas-tugas sekolah dan membantu orangtua di rumah.

Ajari Anak Bersikap Mandiri

Ada kalanya seorang anak ingin membeli mainan atau sesuatu yang diinginkan. Di saat itulah, Anda bisa mengajarkan anak untuk menabung agar bisa membeli mainannya sendiri. Dengan memberikan pengertian semacam itu, anak pun belajar mandiri sekaligus menabung dan berhemat. Selain itu, dengan langkah ini, anak tidak mudah menyerah untuk mencapai keinginannya.

Jangan Biarkan Anak Bertindak Semaunya

Ketika anak merajuk karena ingin menginap di rumah teman tanpa meminta izin, pastikan Anda tidak mengizinkannya. Jika Anda terlalu mudah memberikan izin, anak berpotensi terus melakukan kebiasaan buruk tersebut.Cara mendidik anak yang baik adalah dengan memberikan pemahaman yang benar. Dengan begitu, anak bisa tahu alasan orangtua ketika tidak memberikan izin.

Ajarkan tentang Aturan dan Konsekuensinya

Ada kalanya, seorang anak mendapatkan kata “ya” untuk apa yang dia inginkan dari ibunya. Sementara di lain sisi, sang ayah tidak memperbolehkannya.Jika sudah demikian, anak menganggap bisa memanipulasi orangtua untuk meraih keinginannya dengan cepat. Oleh karena itu, sepakati aturan yang berlaku dan sampaikan konsekuensinya jika anak melanggar.

Lakukan Ini Saat Anak Menjerit di Toko Mainan

Setiap orangtua mungkin pernah mengalami momen seperti ini. Jika saat itu Anda menyerah, berarti sebagai orangtua, Anda mengajari si Kecil, bahwa dengan marah, menjerit, dan menangis, anak bisa mendapatkan semua keinginannya.Hal tersebut tentu bukan cara mendidik anak yang baik dan benar. Oleh karena itu, sebelum menjadi kebiasaan, segera ajak anak pulang ketika ia menjerit dan menangis di toko mainan. Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut ini untuk mengatasi anak yang tantrum di tempat umum.

Baca Juga: Beasiswa Kuliah Penuh buat Mahasiswa di 6 Kampus Ini, Ayo Daftar!

Tetap Tenang:

Anda harus tetap tenang. Jangan sampai tantrum anak malah mengganggu kegiatan Anda. Namun, jangan sekali-kali mengeluarkan ancaman atau amarah pada anak. Dengan langkah ini, anak jadi memehami, bahwa merajuk dan marah-marah tidak efektif untuk menarik perhatian Anda. Tunggu hingga tantrum anak mereda, sebelum Anda membicarakan tentang buruknya perilaku ini.

Abaikan Tantrum Anak:

Sebisa mungkin, bersikaplah seakan-akan tidak terjadi apapun. Jika anak ada di tempat yang aman, tapi Anda tidak bisa mengabaikan amarahnya, tinggalkan lokasi tersebut. Meski demikian, beberapa perilaku anak seperti memukul dan menendang orang lain, tidak bisa Anda biarkan. Begitu pula dengan tindakan yang menyebabkan kerusakan atau cedera, serta teriakan dalam waktu yang lama. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak pergi dari lokasi tersebut.

Bawa Anak Pergi:

Saat berada di tempat publik, abaikan tantrum anak. Kecuali jika dalam kondisi bahaya. Misalnya, anak berusaha menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Dalam kondisi ini, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah menghentikan kegiatan Anda dan membawa anak pergi dari sana.

Belajar Berhitung Menyenangkan dengan Jarimatika

Covid 19 yang terjadi sekitar awal tahun 2020 sangat menguncang semua manusia di dunia. Dampak covid 19 begitu besar mengubah tatanan hidup manusia. Salah satunya yang terkena dampak adalah bidang Pendidikan. Hampir 2 tahun Pendidikan di tingkat dasar berlangsung secara daring. Tak terkecuali di kota Surabaya juga dilaksanakan pembelajaran daring. Hal ini membuat siswa mengalami learning loss. Salah satu pelajaran yang mengalami learning loss adalah matematika. Anak-anak kurang terampil berhitung dalam menyelesaikan masalah matematika.

Untuk menghindari atau mengurangi learning loss bukan hal yang mudah, harus ada sinergi antara guru dan orang tua. Guru harus keluar dari zona nyaman dan harus berinovasi dalam media pembelajaran. Orang tua juga harus mendampingi anak untuk dapat memahami materi yang telah diberikan melalui sistem online learning. yang harus dikuasai oleh setiap anak. Fenomena di atas juga melanda pada anak-anak di lingkungan RT 05 RW 01 Dukuh Pakis. Terlebih lagi hal ini diperburuk dengan anak-anak kecanduan game online yang kurang mendidik.

Berdasarkan permasalahan tersebut kami dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ingin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa meningkatkan kemampuan hitung anak melalui permainan kreatif matematika dengan membuat game Ular Tangga Matematika berbasis android sehingga dapat menciptakan lingkungan kampung matematika di Dukuh pakis RT 05 RW 01 Surabaya. Adapun tim pengabdian masyarakat terdiri dari Novia Ariyanti, Nuril Lutvi Azizah dan Mohammad Faisal Amir.

Baca Juga: Ini Kelompok yang Tidak Boleh Daftar SBMPTN 2022, Catat Ya

Kegiatan ini dilakukan sebanyak dua kali pelatihan jarimatika. Jarimatika adalah suatu metode yang cukup unik dalam berhitung yang hanya menggunakan 10 jari. Pelatihan pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2022 bertempat di balai RT 05 RW 01 Dukuh Pakis. Kegiatan ini diikuti sekitar 15 anak yang merupakan anak-anak di lingkungan RT 05 RW 01 Dukuh Pakis Surabaya yang terdiri dari 3 anak kelas 3, 4 anak kelas 4 dan 8 anak kelas 5. Pelatihan pertama jarimatika membahas tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan.

Pelatihan kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2022 bertempat di salah satu rumah warga yaitu Bapak Susito. Untuk kegiatan kali ini masih diikuti anak-anak yang sama saat pelatihan pertama dan membahas tentang perkalian dan pembagian bilangan menggunakan metode yang sama yaitu jarimatika. Anak-anak antuasias dalam mengikuti pelatihan.

Selama acara berlangsung raut wajah anak-anak tampak gembira dan bersemangat. Mereka langsung mempraktekkan berhitung jarimatika dengan mengerjakan soal latihan yang diberikan. Mereka mengaku senang belajar jarimatika, yang awalnya takut dengan matematika. Setelah selesai pelatihan mereka diajak bermain ular tangga jumbo dan ular tangga matematika android.

Menurut ketua tim yaitu Novia Ariyanti, diharapkan dengan kegiatan ini dengan menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan diharapkan nantinya mereka dapat mudah memahami matematika dan tidak lagi menganggap matematika sebagai momok.

Sulit Konsentrasi? Yuk, Cobain 5 Tips Agar Cepat Menangkap Pelajaran Online!

Seiring berkembangnya jaman mendapatkan ilmu sudah tidak lagi hanya di sekolah. Mendapat ilmu bisa dimana saja dan kapan saja. Teknologi yang terus berkembang juga semakin memudahkan kamu dalam belajar atau mendapatkan informasi.

Tidak ada lagi batasan ruang dan waktu dalam dunia dengan teknologi canggih saat ini. Dengan adanya pandemi pun, belajar secara daring atau online menjadi hal yang wajar bagi kamu. Namun, apakah kamu juga merasakan bahwa belajar di sekolah dengan tatap muka bersama guru lebih memudahkanmu dalam menangkap informasi dibanding ketika mendengar penjelasan guru secara online?

Penulis pun juga merasakan sulitnya untuk memahami pelajaran yang disampaikan pengajar ketika online. Sehingga kali ini Penulis akan memberikan beberapa tips agar cepat menangkap pelajaran online! So, langsung simak ulasan di bawah ya guys!

Tips Agar Cepat Menangkap Pelajaran Online

1. Siapkan tempat tersendiri untuk belajar

Memiliki tempat tersendiri ketika belajar membantu diri kamu untuk lebih siap belajar. Tempat tersendiri bisa seperti ruang belajar atau sekedar meja belajar. Sehingga ketika kamu berasa di tempat tersebut kamu sudah siap untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Ini akan membantu kamu untuk lebih fokus belajar dan tidak terganggu oleh hal lain yang dapat mengalihkan pikiran kamu ketika mendengarkan penjelasan guru. Berbeda ketika kamu tidak memiliki tempat tersendiri ketika belajar. Contoh saja kamu mengikuti pembelajaran online di tempat tidur, maka kemungkinan tertidur pun akan lebih besar.

Hal ini tentu menyebabkan kamu kesulitan menerima penjelasan dari guru kamu dan menangkap pelajaran yang sedang kamu pelajari. Sehingga langkah yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan meja belajar kamu. Jika kamu sudah memilikinya, rapikan dan tata sesuai dengan keinginan kamu.

Kerapian dan keindahan meja belajar mampu membuat kamu lebih semangat untuk belajar, selain itu jika meja belajar tidak rapi juga dapat mengganggu pikiran kamu ketika sedang belajar. Setelah itu, letakkan segala keperluan kamu untuk belajar di atas meja belajar.

2. Persiapkan hati dan pikiran sebelum memulai pelajaran

Sebelum memulai proses belajar kamu, pikiran dan hati kamu harus terlebih dahulu tenang dan siap untuk menerima pelajaran. Jika kamu memiliki pikiran yang siap, maka pelajaran yang dijelaskan oleh guru kamu akan lebih mudah untuk kamu mengerti. Sebaliknya, jika pikiran kamu belum siap maka akan sulit bagi kamu menerima pelajaran yang diajarkan.

Kamu bisa menyiapkan hati dan pikiran dengan melakukan persiapan lebih awal sebelum pelajaran dimulai. Jika pelajaran dimulai di pagi hari, maka kamu harus bangun lebih pagi. Mandi, sarapan, dan menenangkan hati serta pikiranmu dengan berbagai cara seperti olahraga ringan. Dengan begitu, pikiran, hati, serta tubuh kamu sudah lebih siap untuk menerima pelajaran.

Namun, jika kamu sama sekali tidak bersiap diri maka kamu akan kesulitan untuk fokus selama pelajaran berlangsung. Misal saja, kamu bangun siang dan langsung mengikuti pelajaran tanpa mandi atau sarapan. Pikiran serta tubuh masih belum siap atau kaget, sehingga sudah dipastikan pelajaran dari guru kamu akan susah untuk kamu cerna.

3. Jauhkan handphone atau hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi belajar

Tetap fokus selama pelajaran berlangsung atau ketika guru sedang menjelaskan merupakan salah satu hal yang menjadi kendala pelajaran online. Hal ini karena ketika di sekolah, kamu hanya bisa mengikuti proses pembelajaran, sedangkan ketika berada di rumah dan tanpa pengawasan kamu bisa melakukan apa saja, seperti bermain hp, rebahan, menonton film, dan banyak hal lainnya.

Berbagai hal ini lah yang menjadi pengganggu kamu ketika seharusnya kamu berkonsentrasi mendengarkan penjelasan guru kamu. Handphone menjadi hal yang mungkin paling sering mengganggu konsentrasi kamu. Didalam handphone ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, sehingga ketika kamu bosan sedikit selama belajar, kamu bukannya mencoba untuk lebih fokus, justru bermain hp.

Karena itu, jika pelajaran tidak membutuhkan hp maka letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan kamu. Selama handphone masih ada di sekitarmu, maka kemungkinan kamu akan kesulitan untuk konsentrasi dalam pelajaran, sehingga kamu kesulitan untuk menangkap apa yang dijelaskan oleh guru kamu.

4. Jangan buka hal lain ketika pelajaran

Ketika kamu belajar di rumah atau secara online maka mungkin tidak ada yang mengawasi kamu selama kamu sekolah atau belajar. Karena itu, kamu harus bisa mengendalikan diri kamu sendiri. Kamu harus bisa menyadari kapan waktu untuk fokus belajar dan waktu untuk istirahat. Jangan sampai, ketika waktunya kamu untuk fokus sekolah, kamu melakukan hal lain di luar pembelajaran yang mengganggu fokus kamu.

Membuka hal lain di laptop atau handphone kamu selama pembelajaran jelas akan mengganggu konsentrasi kamu. Kamu akan lebih fokus pada hal lain yang sedang kamu buka. Contoh saja, ketika guru menjelaskan, kamu justru menonton film di dalam laptop kamu, atau kamu bermain game di dalam laptop kamu.

Karena itu, jangan buka hal lain ketika jam kamu untuk sekolah agar kamu dapat fokus mendengarkan penjelasan guru kamu. Ketika kamu melakukan hal lain, maka kamu tidak dapat mendengarkan apa yang guru kamu jelaskan, sehingga kamu tidak memahami pelajaran yang diajarkan.

5. Berpakaian rapi dan berposisi tegak

Berpakaian rapi membantu kamu untuk lebih siap dalam mengikuti proses belajar. Selain itu, berpakaian rapi juga menandakan bahwa kamu akan dalam mode serius, sehingga kamu dapat lebih serius dan fokus selama proses pembelajaran. Jika perlu, gunakan seragam sekolah untuk membangun suasana sekolah selama kamu menjalani pembelajaran online.

Terciptanya suasana sekolah di rumah kamu, akan membuat kamu lebih fokus dan semangat belajar. Hal ini akan membantu kamu menyadari bahwa kamu sedang bersekolah, sehingga kamu akan lebih fokus pada pembelajaran. Fokus terhadap apa yang dijelaskan oleh guru kamu, akan membuat kamu memahami pelajaran yang diberikan.

Selain berpakaian rapi, kamu juga harus berposisi tegak atau siap selama pembelajaran. Hal ini agar kamu tidak merasa malas atau ngantuk. Jika kamu bersikap bungkuk, tiduran, atau bermalas-malasan, maka kamu juga akan ikut malas untuk mendengarkan penejlasan guru kamu. Duduklah dengan posisi tegap agar fokusmu juga tetap terjaga.

Kunci utama agar dapat memahami pelajaran yang disampaikan guru kamu selama pembelajaran online adalah tetap fokus kepada proses belajar. Sehingga yang perlu kamu usahakan agar dapat menangkap apa yang diajarkan adalah menjaga fokus dengan melakukan beberapa tips yang sudah Penulis berikan. Jika kamu memiliki cara lain untuk menjaga fokus, maka lakukanlah cara tersebut.

Selama pembelajaran online kamu juga harus lebih aktif. Jika kamu tidak memahami suatu pelajaran, janganlah malu untuk bertanya. Kamu juga bisa meminta guru kamu menjelaskan kembali hal yang belum kamu pahami. Tentunya gurumu akan memahami situasi ini. Sehingga kamu juga harus lebih aktif agar tidak tertinggal pelajaran.