Catatan Perawat

Deg-Degan Saat Nonton Thomas Cup? Begini Efeknya bagi Kesehatan Jantung

Deg-Degan Saat Nonton Thomas Cup? Begini Efeknya bagi Kesehatan Jantung

Final Piala Thomas 2022 antara Indonesia Vs India membuat penonton deg-degan. Kalau deg-degan melulu, ada efeknya nggak sih buat jantung?
Deg-degan saat menonton pertandingan badminton sebenarnya adalah hal yang wajar, karena seseorang akan merasakan tegang atau terlalu serius. Kondisi ini memicu peningkatan detak jantung yang diperantarai hormon adrenalin dan hormon stres lainnya.

Dikutip dari Medical Daily, Vicki Greenberg, Program Manager Praktik Keperawatan di University of Phoenix, mengatakan bahwa ketika para fans berat olahraga menonton pertandingan menegangkan, mereka juga akan mengalami risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

Baca juga: Paracetamol Diduga Sebabkan Hepatitis Misterius, Benarkah Demikian?

Menurut Greenberg, ada peningkatan antara 300 hingga 400 persen aliran darah dari jantung saat para fans menonton pertandingan yang penting dan menegangkan. Karena jantung memompa darah lebih cepat dan lebih kuat, hal itu dapat membuat orang dengan tekanan darah tinggi untuk mengalami kerusakan pada bagian dalam pembuluh darah mereka.

Kerusakan ini dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penutupan serta penyempitan aliran darah yang kemudian mengurangi aliran darah ke jantung.

Akibat kerusakan pembuluh darah, limpa juga akan mulai memompa lebih banyak sel darah merah serta sel darah putih yang membuat darah jadi lebih kental dan bisa meningkatkan risiko serangan jantung atau penyakit jantung.

Namun demikian, Kloner menekankan bahwa menonton olahraga tidak serta merta membuat hal ini terjadi. Ia menyarankan untuk berhati-hati ketika muncul simptom penyakit jantung, seperti rasa sakit di dada, nafas pendek, merasa pusing, dan juga jantung berdebar-debar.

“Sebaiknya jika fans mengetahui bahwa mereka sering merasa emosional dan sangat bergairah ketika menonton pertandingan, terutama jika mereka diketahui memiliki penyakit jantung atau faktor risiko untuk penyakit tersebut, mereka sebaiknya mendiskusikannya dengan dokter,” saran dia.

Paracetamol Diduga Sebabkan Hepatitis Misterius, Benarkah Demikian?

Hepatitis misterius belakangan jadi sorotan dunia lantaran kasusnya yang terus bertambah. Beberapa isu penyebab penyakit tersebut adalah adenovirus dan berhubungan dengan COVID-19. Namun, belakangan juga muncul dugaan terkait penggunaan obat-obatan seperti paracetamol (parasetamol).
Bermula dari laporan sejumlah keluarga diduga pasien hepatitis akut misterius di Inggris yang menyebut anak-anak mereka baru saja mengkonsumsi paracetamol sebelum infeksi terjadi. Benar demikian?

Baca juga: Ramai Isu LGBT, WHO dan Kemenkes RI Beda Penilaian soal Homoseksualitas

Direktur klinis dan emerging infections di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) Meera Chand, mengungkapkan sebenarnya tak ada kaitan antara konsumsi parasetamol dengan hepatitis misterius.

Data UKHSA memang mencatat sekitar tiga perempat responden Inggris mengkonsumsi parasetamol. Namun, penggunaannya disebut tak berpengaruh lantaran pasien mengkonsumsi sesuai takaran obat dan dosis yang sesuai.

Selain itu, hubungan hepatitis akut misterius dengan vaksin COVID-19, Chand menyebut sebagian besar anak belum mendapatkan vaksinasi dan terinfeksi hepatitis akut misterius.

“Tidak ada kaitan dengan parasetamol, overdosis yang dapat menyebabkan gagal hati. Hubungan apapun dengan vaksin COVID juga telah dikesampingkan, karena sebagian besar anak-anak belum cukup umur untuk disuntik,” terang Chand.

Para ahli termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga mengesampingkan dugaan tertular hepatitis saat melakukan perjalanan. Kemungkinan penularannya diyakini melalui asupan makanan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya sudah mewanti-wanti masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan.
“Virus ini (hepatitis akut misterius) menular lewat asupan makanan, lewat mulut,” terang dia dalam keterangan resmi, Senin (9/5).

Lama Tidak Hubungan Intim dengan Pasangan? Ini 7 Hal yang Bakal Terjadi

Bagi pasangan menikah, hubungan intim adalah bagian penting dari kehidupan. Banyak yang melakukannya secara berkala atau lebih suka sewaktu-waktu mengikuti hasrat menggebu.

Namun, apa jadinya jika Anda berhenti melakukan hubungan seks dengan pasangan? Dirangkum dari Times of India, Selasa (10/5/2022), berikut beberapa hal yang mungkin terjadi sebagai efeknya.

Bisa memicu kecemasan

Seks merupakan salah satu cara meredakan stres. Jika tiba-tiba berhenti melakukannya, Anda mungkin menjadi lebih mudah cemas. Kehidupan seks yang aktif biasanya membuat orang merasa lebih bahagia dan sehat.

Membakar kalori lebih sedikit

Hubungan seks adalah bentuk olahraga yang sehat dan banyak orang kehilangan 5 kalori per menit saat melakukannya. Itu dikatakan setara dengan jalan cepat. Jadi jika berhenti berhubungan intim, Anda mungkin perlu mencari cara lain untuk membakar lebih banyak kalori.

Lebih pelupa

Berdasarkan beberapa penelitian, hubungan intim secara teratur membantu meningkatkan daya ingat. Jadi, ada kemungkinan Anda lebih mudah lupa setelah berhenti berhubungan seks.

Perubahan dalam hubungan

Misalnya, rutin berhubungan intim setidaknya sekali sepekan akan membuat Anda merasa lebih bahagia dan membantu Anda dalam memperkuat ikatan serta membangun kepercayaan.

Baca Juga: Inilah 10 Mata Kuliah Kebidanan S1, Belajar Apa Saja?

Sebaliknya tanpa seks yang sehat, hubungan bisa berantakan karena perasaan jengkel dan frustasi yang meningkat.

Kurang tidur

Berhenti berhubungan seks membuat Anda cenderung kehilangan hormon seperti oksitosin dan prolaktin yang membantu Anda tidur nyenyak.

Merasakan sakit

Tidak banyak yang menyadari bahwa tiba-tiba tak melakukan hubungan intim bisa menjadi alasan di balik rasa sakit dan nyeri yang semakin parah pada tubuh. Orgasme membantu melepaskan endorfin serta meredakan nyeri kaki, kepala, dan punggung.

Menurunkan gairah seks

Jika Anda terlalu lama tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan, pada akhirnya itu bakal menurunkan gairah seks yang tadinya menggelora. Bagi pria, ini juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi juga.

Inilah 10 Mata Kuliah Kebidanan S1, Belajar Apa Saja?

Apa Kamu memiliki cita-cita untuk menjadi seorang bidan profesional? Jika iya, Kamu bisa melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan kebidanan. Kamu bisa masuk ke sekolah khusus kebidanan maupun universitas yang memiliki jurusan itu. Tapi, apa Kamu sudah tahu apa saja mata kuliah Kebidanan S1?

Mata kuliah Kebidanan S1

Menjadi seorang bidan memang merupakan pekerjaan yang mulia, apalagi kalau Kamu berhasil membantu kelahiran seorang anak. Namun, ilmu tentang bidan harus kamu pelajari di universitas yang menyediakan jurusan tersebut. Sebelum menentukan pilihan akan melanjutkan pendidikan dimana, yuk simak beberapa mata kuliah yang harus Kamu pahami terlebih dahulu!

1. Anatomi

Perlu Kamu tahu, anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur atau bagian tubuh manusia. Seorang mahasiswa kebidanan akan mendapat mata kuliah ini dengan tujuan untuk bisa mengenal dan memahami struktur tubuh manusia

2. Biokimia

Mata kuliah Kebidanan S1 selanjutnya adalah tentang biokimia. Kamu akan mempelajari beberapa aspek kimia dalam tubuh manusia, seperti enzim, fungsi protein, metabolism, karbohidrat, dan lain sebagainya.

3. Etika Umum

Berikutnya, untuk bisa menjadi seorang bidan profesional, Kamu juga harus belajar mengenai etika umum terkait dengan profesi bidan. Kamu memerlukan mata kuliah ini untuk memberikan pelayanan terbaik yang sesuai dengan etika yang berlaku.

4. Fisiologi

Sebagai calon bidan Kamu juga harus mengetahui fungsi sel dan jaringan dalam tubuh manusia. Maka dari itu penting untuk Kamu mempelajari mata kuliah Kebidanan S1 yang satu ini.

5. Konsep dan Pelayanan Kebidanan

Agar nantinya Kamu bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan tepat dan baik, Kamu butuh mata kuliah yang satu ini. Nantinya saat Kamu terjun langsung ke lapangan untuk praktek, Kamu tidak akan merasa bingung lagi bagaimana cara memberikan pelayanan kepada pasien.

6. Asuhan Kebidanan

Di mata kuliah ini Kamu akan belajar berbagai hal yang menyangkut kehamilan, tumbuh kembang bayi, persalinan, dan lainnya.

7. Dokumentasi Kebidanan

Kamu akan belajar cara pencatatan dan pelaporan pelayanan kebidanan yang dilakukan oleh seorang bidan dalam mata kuliah ini. Pencatatan yang dilakukan tidak boleh sembarangan, ada beberapa prosedur yang harus diikuti agar pencatatan lebih mudah dipahami.

8. Mikrobiologi

Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme atau parasit yang berpotensi mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi.

9. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi

Bagi  Kamu yang belum mengerti apa itu obstetri dan ginekologi, jadi obstetri adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang kehamilan dan persalinan, sedangkan ginekologi mempelajari penyakit pada sistem reproduksi wanita.

10. Pelayanan KB

Mata kuliah Kebidanan S1 yang terakhir adalah Pelayanan KB. Tak hanya belajar mengenai kehamilan dan persalinan, seorang mahasiswa kebidanan juga mempelajari pelayanan KB. Hal ini merupakan salah satu fasilitator dalam urusan ini.

Baca Juga: Daftar 7 Kota Termahal Indonesia Beserta Universitasnya

Kesimpulan

Itulah pembahasan mengenai mata kuliah Kebidanan S1 serta beberapa universitas yang recommended untuk menjadi pilihanmu. Jika Kamu adalah orang yang menyukai mata pelajaran Biologi di masa SMA, Kamu bisa mendalaminya di bangku kuliah dengan memilih jurusan Kebidanan ini. Untuk info beasiswa yang selalu update dan terbaru, Kamu bisa langsung cek di website Ardianadw.com.

Mengintip Dua Kampus Almamater Luhut & Elon Musk di Luar Negeri, Usianya Sangat Tua

Elon Musk dan Luhut Binsar Pandjaitan lulusan mana? Ternyata, keduanya sama-sama lulusan universitas bergengsi di Amerika Serikat, lo.
Elon Musk dulunya menempuh gelar sarjana di University of Pennsylvania dan lulus dari sana. Kampus ini terletak di Philadelphia.

Sementara, dikatakan dalam laman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menko Marves Luhut pernah menempuh studi Masters in Public Administration di George Washington University.

Baca juga: 7 Link Beasiswa di Luar Negeri, Mana Incaranmu?

University of Pennsylvania, Almamater Elon Musk

Mengutip dari situs resmi mereka, bapak pendiri University of Pennsylvania adalah benjamin Franklin. Perguruan tinggi ini mempunyai budaya pragmatisme aktif, sebagaimana diartikulasikan dari pepatah Franklin yang berbunyi, “Dilakukan dengan baik adalah lebih baik dari diucapkan lebih baik.”

Kampus almamater CEO SpaceX dan Tesla ini didirikan pada 1740 ketika timbul sebuah rencana untuk membangun sekolah amal Philadelphia. Saat masih proses pembangunan, rupanya biayanya jauh lebih besar dari sumber daya yang tersedia, sehingga sempat tidak rampung selama satu dekade.

Tahun 1749, Benjamin Franklin yang bapak pendiri Amerika Serikat itu kemudian menerbitkan esai berjudul Proposals Relating to the Education of Youth. Esai ini diedarkan ke para warga terkemuka di Philadelphia.

Dia juga mengorganisir 24 penanggung jawab aset untuk membentuk suatu institusi pendidikan tinggi menurut usulannya. Kelompok ini pun membeli gedung yang sempat mangkrak tersebut.

Tahun 1751, kampusnya resmi dibuka untuk para anak bangsawan dan kelas pekerja. Franklin menjabat sebagai pimpinan di sana sampai 1755 dan tetap bertugas sebagai penanggung jawab sampai dia wafat tahun 1790.

George Washington University, Almamater Luhut Binsar Pandjaitan

Pada 1819, Luther Rice, Obadiah B. Brown, dan Spencer H. Cone, dan Enoch Reynolds yang seluruhnya adalah pemuka agama, menggagas sebuah perguruan tinggi di daerahnya. Mereka mengumpulkan dana untuk membeli tanah di ibu kota, dan mengusulkan petisi kepada Kongres untuk memperoleh sertifikat, serta mulai mengorganisir perguruan tinggi.

Tanggal 9 Februari 1821, Presiden James Monroe menandatangani Act of Congress sebagai wujud didirikannya perguruan tinggi tersebut. Pada mulanya, kampus ini bernama Columbian College.Mereka mengumpulkan dana untuk membeli tanah di ibu kota, dan mengusulkan petisi kepada Kongres untuk memperoleh sertifikat, serta mulai mengorganisir perguruan tinggi.

Universitas ini pun banyak berkembang di era 1800-an, hingga pada akhirnya pada tahun 1904, namanya berubah menjadi The George Washington University melalui Act of Congress.

Itulah sejarah singkat kampus Elon Musk dan Luhut Binsar Pandjaitan.

7 Link Beasiswa di Luar Negeri, Mana Incaranmu?

Informasi mengenai beasiswa di luar negeri sangat banyak. Namun banyak pemburu beasiswa yang masih bingung untuk mencari beasiswa luar negeri yang tepat.
Informasi mengenai beasiswa di luar negeri dapat diperoleh dari berbagai macam bisa dari lembaga beasiswa, situs resmi tiap universitas, maupun akun-akun beasiswa di media sosial. Nah bagi sobat yang masih bingung mencari informasi beasiswa di luar negeri, jangan khawatir.

Berikut adalah kumpulan link beasiswa di luar negeri yang harus sobat ketahui. Simak penjelasannya ya!

Link Beasiswa Luar Negeri

1. Beasiswa di Australia
Informasi mengenai beasiswa di Australia dapat dilihat melalui laman www.australiaawardsindonesia.org. Melalui laman tersebut banyak informasi mengenai beasiswa, short training, split master program, hingga cerita alumni Indonesia yang berkuliah di Australia.

2. Beasiswa di Korea Selatan
Siapa yang mau menyusul oppa ke Korea Selatan? Nah kalian dapat mencari informasi beasiswa melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Korea Selatan.

Dari laman www.studyinkorea.go.kr ada informasi mengenai beasiswa GKS atau program pertukaran pelajar dari pemerintah Korea. Selain itu juga ada campus fair online juga loh!

3. Beasiswa di Swedia
Ada yang berminat melanjutkan studi ke Swedia? Informasi beasiswa Swedia dapat dicari melalui laman https://studyinsweden.se/scholarships/.

Di laman tersebut terdapat informasi dari pemerintah, universitas, hingga cerita alumni.

4. Beasiswa di Jepang
Untuk mencari beasiswa di Jepang dapat menggunakan laman Jasso yang dikelola oleh pemerintah Jepang. Laman linknya yaitu https://jasso.or.id, pada link tersebut terdapat informasi mengenenai beasiswa Mext dan hal-hal yang diperlukan untuk berkuliah di Jepang.

5. Beasiswa di Selandia Baru
Pengen melihat hamparan hijau yang luas di New Zealand? Jika iya kalian dapat mencari beasiswa ke Selandia Baru melalui link https://www.nzscholarships.govt.nz/.

Pada link tersebut terdapat informasi-informasi beasiswa dari pemerintah New Zealand atau beasiswa kampus.

6. Beasiswa ke Eropa
Kumpulan beasiswa di Eropa dapat dilihat melalui Erasmus Mundus. Beasiswa ini berisi inisiatif yang dipimpin oleh Komisi Eropa. Link beasiswa ini yaitu https://www.eacea.ec.europa.eu/.

Komisi Eropa sendiri menyediakan dana bagi siswa di seluruh dunia untuk belajar di Eropa di institusi tertentu.

Baca juga: Cara Duduk Nikita Willy Jadi Sorotan saat Gendong Baby Izz

7. Beasiswa Amerika
Beasiswa Fullbright merupakan beasiswa yang dibiayai pemerintah Amerika Serikat untuk mahasiswa internasional. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana, profesional muda, dan seniman untuk belajar di AS selama satu tahun atau lebih. Terbuka untuk siswa internasional di semua bidang kecuali kedokteran.

IPB University Buka Lowongan Dosen Tetap Non PNS Pendidikan Kedokteran

IPB University membuka lowongan dosen tetap non PNS dalam rangka pembukaan prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran. Pendaftaran dibuka hingga 12 April 2022.
Sebelumnya, IPB University mengumumkan Fakultas Kedokteran IPB akan segera dibuka pada 2022. Pada pembukaan lowongan dosen kali ini, seleksi diadakan dalam tahap seleksi administrasi, ujian Seleksi Kompetensi Dasar, Seleksi Kompetensi Bidang Wawancara dan Micro Teaching, serta tes psikologi.

Baca juga: Viral Siswi Meninggal Dunia Dua Hari Sebelum Pengumuman SNMPTN 2022, Warganet Ikut Bangga dan Tetap Ucapkan Selamat

Berikut syarat dan cara daftar dosen tetap non PNS dalam rangka pembukaan prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran IPB University:

Syarat Umum Lowongan Dosen Tetap FK IPB 2022

1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Jujur, semangat kerja tinggi, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu bekerja sama dalam tim
3. Berkelakuan baik dan tidak pernah dipenjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
4. Memiliki motivasi dan berkomitmen kuat dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
5. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya
6. Sehat Jasmani dan Rohani
7. Lulusan S2 atau S1 dan Profesi Dokter, diutamakan dari Fakultas Kedokteran (FK) TOP 500 QS World University Ranking / TOP 500 QS by subject Medical Sciences dan IPK minimal 3.00 (skala 0 – 4.00)
8. Usia maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 31 Desember 2022
9. Belum memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK)
10. Menguasai Bahasa Inggris aktif dengan nilai TOEFL 500 atau IELTS 5.5
11. Bersedia terlibat aktif dalam pengembangan institusi dan proses administrasi
12. Bersedia melanjutkan studi S2 bidang Biomedik sesuai penugasan (untuk kualifikasi dokter umum)
13. Bersedia mengabdi di IPB University minimal 10 tahun
14. Satu peserta hanya dapat mendaftar pada satu formasi.

Syarat Khusus Kualifikasi Pendidikan

1. Bidang keilmuan Anatomi: Dokter S2 Ilmu Biomedik Anatomi atau Dokter Umum, 1 orang
2. Bidang keilmuan Biokimia: Dokter S2 Ilmu Biomedik Biokimia atau Dokter Umum, 1 orang
3. Bidang keilmuan Histologi: Dokter S2 Biomedik Ilmu Histologi atau Dokter Umum, 1 orang
4. Bidang keilmuan Biologi Sel dan Molekuler: Dokter S2 Biomedik Biologi Sel dan Molekuler atau Dokter Umum, 1 orang
5. Bidang keilmuan Fisiologi: Dokter S2 Ilmu Biomedik Fisiologi atau Dokter Umum, 1 orang
6. Bidang keilmuan Mikrobiologi: Dokter S2 Biomedik Ilmu Mikrobiologi atau Dokter Umum, 1 orang
7. Bidang keilmuan Parasitologi: Dokter S2 Biomedik Ilmu Parasitologi atau Dokter Umum, 1 orang
8. Bidang keilmuan Farmakologi: Dokter S2 Biomedik Ilmu Farmakologi atau Dokter Umum, 1 orang
9. Bidang keilmuan Ilmu Humaniora: S2 dalam Ilmu Humaniora Kedokteran dengan latar belakang S2 Ilmu Humaniora Kedokteran atau Dokter Umum, 1 orang
10. Bidang keilmuan Pendidikan Kedokteran (Medical Education): Dokter S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran atau Dokter Umum, 1 orang
11. Bidang keilmuan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kedokteran Komunitas, dan Ilmu Kedokteran Pencegahan: Dokter S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kedokteran Komunitas, dan Ilmu Kedokteran Pencegahan, atau Dokter Umum, 2 orang.

Dokumen Pendaftaran

1. Surat lamaran ditulis dengan tulisan tangan tinta hitam bermaterai 10.000 ditujukan ke Rektor IPB u.p. Direktur Sumber Daya Manusia
2. Daftar Riwayat Hidup
3. Scan ijazah dan transkrip (S1, Profesi Dokter dan/atau S2) yang telah dilegalisasi
4. Scan SK penyetaraan ijazah dan transkrip (S1, Profesi Dokter dan/atau S2) yang telah dilegalisasi untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri
5. Scan E-KTP atau surat keterangan perekaman E-KTP
6. Scan Kartu keluarga
7. Pas foto terbaru ukuran 4×6 (berwarna dengan latar belakang merah)
8. Surat Keterangan Sehat dari RS/poliklinik dalam 6 bulan terakhir
9. Surat Keterangan Bebas Narkoba Napza (narkoba, psikotropika dan zat adiktif dalam 6 bulan terakhir
10. Nilai TOEFL minimum 500 atau IELTS minimum 5.5
11. Surat pernyataan bersedia mengabdi di IPB (tidak mengundurkan diri) yang bermaterai 10.000 sekurang-kurangnya 10 tahun
12. Dokumen lainnya yang mendukung Daftar Riwayat Hidup.
Format Surat Lamaran, Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan dapat diunduh di https://ipb.link/formdokumen-rekrutmen-2022.

Pendaftaran lowongan kerja dosen tetap non PNS di IPB University dapat dilakukan dengan mengirimkan lamaran serta dokumennya ke https://ipb.link/rekrutmen-dosenfk-2022.

Selengkapnya tentang lowongan dosen IPB University di prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran IPB. Semoga berhasil, Sobat!

Belajar Berhitung Menyenangkan dengan Jarimatika

Covid 19 yang terjadi sekitar awal tahun 2020 sangat menguncang semua manusia di dunia. Dampak covid 19 begitu besar mengubah tatanan hidup manusia. Salah satunya yang terkena dampak adalah bidang Pendidikan. Hampir 2 tahun Pendidikan di tingkat dasar berlangsung secara daring. Tak terkecuali di kota Surabaya juga dilaksanakan pembelajaran daring. Hal ini membuat siswa mengalami learning loss. Salah satu pelajaran yang mengalami learning loss adalah matematika. Anak-anak kurang terampil berhitung dalam menyelesaikan masalah matematika.

Untuk menghindari atau mengurangi learning loss bukan hal yang mudah, harus ada sinergi antara guru dan orang tua. Guru harus keluar dari zona nyaman dan harus berinovasi dalam media pembelajaran. Orang tua juga harus mendampingi anak untuk dapat memahami materi yang telah diberikan melalui sistem online learning. yang harus dikuasai oleh setiap anak. Fenomena di atas juga melanda pada anak-anak di lingkungan RT 05 RW 01 Dukuh Pakis. Terlebih lagi hal ini diperburuk dengan anak-anak kecanduan game online yang kurang mendidik.

Berdasarkan permasalahan tersebut kami dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ingin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa meningkatkan kemampuan hitung anak melalui permainan kreatif matematika dengan membuat game Ular Tangga Matematika berbasis android sehingga dapat menciptakan lingkungan kampung matematika di Dukuh pakis RT 05 RW 01 Surabaya. Adapun tim pengabdian masyarakat terdiri dari Novia Ariyanti, Nuril Lutvi Azizah dan Mohammad Faisal Amir.

Baca Juga: Ini Kelompok yang Tidak Boleh Daftar SBMPTN 2022, Catat Ya

Kegiatan ini dilakukan sebanyak dua kali pelatihan jarimatika. Jarimatika adalah suatu metode yang cukup unik dalam berhitung yang hanya menggunakan 10 jari. Pelatihan pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2022 bertempat di balai RT 05 RW 01 Dukuh Pakis. Kegiatan ini diikuti sekitar 15 anak yang merupakan anak-anak di lingkungan RT 05 RW 01 Dukuh Pakis Surabaya yang terdiri dari 3 anak kelas 3, 4 anak kelas 4 dan 8 anak kelas 5. Pelatihan pertama jarimatika membahas tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan.

Pelatihan kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2022 bertempat di salah satu rumah warga yaitu Bapak Susito. Untuk kegiatan kali ini masih diikuti anak-anak yang sama saat pelatihan pertama dan membahas tentang perkalian dan pembagian bilangan menggunakan metode yang sama yaitu jarimatika. Anak-anak antuasias dalam mengikuti pelatihan.

Selama acara berlangsung raut wajah anak-anak tampak gembira dan bersemangat. Mereka langsung mempraktekkan berhitung jarimatika dengan mengerjakan soal latihan yang diberikan. Mereka mengaku senang belajar jarimatika, yang awalnya takut dengan matematika. Setelah selesai pelatihan mereka diajak bermain ular tangga jumbo dan ular tangga matematika android.

Menurut ketua tim yaitu Novia Ariyanti, diharapkan dengan kegiatan ini dengan menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan diharapkan nantinya mereka dapat mudah memahami matematika dan tidak lagi menganggap matematika sebagai momok.

Ini Kelompok yang Tidak Boleh Daftar SBMPTN 2022, Catat Ya

SBMPTN 2022 menjadi jalur seleksi masuk PTN berikutnya usai SNMPTN. Pengumuman SNMPTN 2022 sudah bisa diakses pada Selasa, 29 Maret 2022 sejak pukul 15.00 WIB melalui laman utama atau mirror.
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ini bisa diakses seluruh siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di PTN. Namun ada kelompoknya yang sebaiknya tidak daftar SBMPTN.

Ketentuan ini tidak hanya berlaku saat SBMPTN 2022, namun seleksi sejenis di beberapa tahun sebelumnya. Peserta yang nekat harus siap menanggung risikonya terkait peluang melanjutkan pendidikan di PTN.

Siapa yang tidak boleh daftar SBMPTN 2022?
Ketua Pelaksana LTMPT, Prof Dr Ir Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA, mengatakan kelompok yang sebaiknya tidak daftar SBMPTN 2022. Mereka adalah yang sudah lolos jalur SNMPTN 2022.

“Adik-adik yang sudah diterima di jalur SNMPTN yang akan diumumkan pada tanggal 29 Maret 2022 sudah tidak diizinkan lagi mendaftar UTBK SBMPTN,” ujarnya dalam Sosialisasi SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan Jalur Masuk UI 2022 pada Januari 2022.

Peserta yang lolos SNMPTN namun nekat daftar SBMPTN 2022 tidak bisa mengikuti UTBK. Padahal nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) adalah syarat masuk PTN. Di saat bersamaan, peserta tidak melakukan registrasi dan daftar ulang usai dinyatakan lolos SNMPTN.

Akibatnya, peluang peserta masuk PTN tertutup sama sekali. Peserta tidak bisa melanjutkan pendidikan di universitas pilihan yang menjadi impiannya. Bagi peserta yang nekat harus siap menerima akibatnya.

“Adik-adik ini juga kena hukuman 3 tahun lho. Jadi yang diterima di SNMPTN 2020, 2021, tapi tidak daftar ulang, tahun ini pun mendaftar UTBK SBMPTN nggak bisa,” kata Budi dalam agenda SMB: Sukses Masuk PTN Bersama LTMPT pada Februari 2022.

Selain yang sudah lolos SNMPTN, mereka yang tidak memenuhi syarat SBMPTN 2022 sebaiknya tidak perlu mendaftar. Dikutip dari laman LTMPT, berikut syarat yang harus dipatuhi

Syarat SBMPTN 2022
1. Memiliki akun LTMPT permanen.

2. WNI yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

3. Siswa SMA/MA/SMK/sederajat calon lulusan tahun 2022 harus memiliki Surat Keterangan Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 atau peserta didik Paket C tahun 2022 dengan umur maksimal 25 tahun per 1 Juli 2022.

5. Lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan.

6. Tidak lulus jalur SNMPTN pada tahun 2020, 2021, dan 2022.

7. Syarat tes peserta:

– Peserta yang akan memilih prodi Saintek maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Saintek

– Peserta yang akan memilih prodi Soshum maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Soshum

– Peserta yang akan memilih prodi campuran (Saintek dan Soshum) maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Saintek dan TKA Soshum.

8. Khusus Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA saja.

9. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.

10. Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio.

11. Bagi peserta tuna netra wajib mengunggah Surat Pernyataan Tuna Netra.

12. Membayar biaya UTBK.

Peserta yang tidak memenuhi seluruh syarat SBMPTN 2022, sebaiknya memilih jalur seleksi lain untuk melanjutkan kuliah di PTN.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anak Menghargai Perbedaan dan Pentingnya Toleransi

5 Tokoh Pendidikan dan Pejuang Kemerdekaan RI yang Kuliah Kedokteran

Pendidikan di Indonesia tidak lepas dari para tokoh yang ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan. Salah satunya adalah Ki Hajar Dewantara yang juga disebut sebagai bapak pendidikan nasional.
Selain Ki Hajar, ada juga beberapa tokoh lain yang dikenal sebagai tokoh pendidikan Indonesia. Uniknya, banyak dari tokoh tersebut yang dulu kuliah di bidang kedokteran.

Siapa saja yang dimaksud? Berikut ini tokoh pendidikan Indonesia yang kuliah kedokteran dikutip dari laman resmi Kemdikbud dan RSUD Kertosono Nganjuk.

Baca juga: Sulit Konsentrasi? Yuk, Cobain 5 Tips Agar Cepat Menangkap Pelajaran Online!

1. dr. Wahidin Soedirohusodo
Dokter Wahidin adalah lulusan School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) Jakarta yang senang bergaul dengan rakyat biasa. Ia pun dikenal karena sering mengobati rakyat tanpa memungut biaya.

Pahlawan nasional satu ini tahu penderitaan, terbelakang serta tertindasnya rakyat akibat penjajahan Belanda. Menurutnya, salah satu cara terbebas dari penjajahan adalah rakyat harus cerdas.

Mengutip Ardianadw.com, dokter kelahiran Sleman, Yogyakarta ini sudah gigih berkeliling Jawa menyebarkan gagasan memajukan pendidikan sebelum kelahiran organisasi Budi Utomo. Gagasan yang ditinggalkannya sangat berharga bagi bangsa Indonesia, termasuk sejumlah organisasi pemuda mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

2. dr. Radjiman Wedyodiningrat
Dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, dr. Radjiman satu-satunya yang terlibat secara aktif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Budi Utomo sampai pembentukan BPUPKI.

Dokter satu ini dikenal rajin membaca risalah kemerdekaan, sidang-sidang BPUPKI, termasuk pidato bersejarah Bung Karno 1 Juli 1945.

Tak hanya menjadi pejuang, dr. Radjiman juga mengenyam pendidikan dan berhasil mendapat gelar dokter di usia 20 tahun. Kemudian pada usia 24 tahun meraih gelar Master of Art.

Radjiman memilih menjadi dokter karena keprihatinannya melihat masyarakat Ngawi kala itu dilanda penyakit pes. Kemudian ia pun belajar secara khusus ilmu kandungan untuk menyelamatkan generasi ke depan, karena banyak ibu-ibu yang meninggal usai melahirkan.

3. Ki Hadjar Dewantara
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara, dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.

Ajarannya pun dipakai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai jargon, yaitu tut wuri handayani, ing madya mangun karsa, ing ngarso sung tuladha (di belakang memberi dorongan, di tengah menciptakan membangkitkan semangat, di depan memberi contoh).

Ki Hadjar mengenyam pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar Belanda. Setelah tamat dari ELS pada 1904, beliau ditawari menjadi mahasiswa STOVIA yakni Sekolah Dokter Jawa di Jakarta.

Ki Hadjar merasakan bangku pendidikan di STOVIA pada 1905-1910. Namun karena sakit, ia tidak naik kelas dan beasiswanya pun dicabut. Ada sinyalisasi bahwa pencabutan beasiswa beliau tidak murni karena sakit, tetapi karena ada muatan politis dari pemerintah Hindia-Belanda.

4. dr. Sutomo
Sama halnya dengan dr. Wahidin dan Ki Hadjar, dr.Sutomo juga belajar di STOVIA Jakarta. Bersama rekan-rekannya di sanalah ia ikut mendirikan organisasi Budi Utomo.

Setelah lulus dari STOVIA pada 1911, dokter kelahiran Ngepeh Jawa Timur ini bertugas sebagai dokter di Semarang. Kemudian ia dipindah tugas ke Tuban, Lubuk Pakam, dan akhirnya ke Malang. Di sana ia membasmi wabah pes.

5. dr. Tjipto Mangoenkoesoemo
Dokter Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan dokter profesional yang lebih dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dan menjadi salah satu pendiri Indische Partij, organisasi partai pertama yang berjuang mencapai Indonesia merdeka.

Dokter satu ini dikenal banyak melakukan perjuangan melalui tulisan-tulisan yang mengkritik pemerintah Belanda di Indonesia.

Sebagai dokter, Tjipto Mangoenkoesoemo dulu menjadi tenaga kesehatan garda terdepan dalam perang melawan wabah pes tahun 1911 di daerah Malang dan sekitarnya.

Nah, itulah tokoh pendidikan dan pejuang Indonesia yang pernah kuliah kedokteran. Apakah Kalian ingin seperti mereka?