Lalat Takut Dengan Bayangan Sendiri?

Musim hujan seperti ini paling enak memang menyantap makanan berkuah, bakso adalah pilihan yang paling memungkinkan. Sehabis menunaikan ibadah shalat jumat, saya bersama beberapa teman kantor langsung menuju warung bakso yang tak jauh dari mesjid. Setelah memesan, perhatian saya langsung tertuju pada kantung plastik berwarna putih berisikan air yang tergelatak begitu saja di meja warung.

Awalnya saya mengira ini adalah es batu yang dibungkus kantung plastik, kemudian mencair karena kelamaan diabaikan. “Mas, apa ini?” tanyaku penasaran sambil mengangkat kantung plastik tadi, “untuk mengusir lalat, mas” jawab mas penjual bakso dengan singkat. “takutka lalat sama kantung plastik? Jangan-jangan lalat ini aktivitis lingkungan yang nda suka kantung plastik” balas saya bercanda diikuti tawa kecil teman-teman kantor.

“Bukan mas, lalat takut melihat bayangannya sendiri” jawab mas penjual bakso sembari menyiapkan pesanan kami.

LALAT TAKUT DENGAN BAYANGAN SENDIRI? Ini informasi baru bagi saya. Seorang teman kantor yang ikut makan bercerita bahwa di Pulau Jawa itu hampir semua warung pakai metode ini untuk mengusir lalat, ada yang digantung, ada juga yang diletakkan di meja, kantung plastik ini akan memantulkan bayangan lalat sementara lalat takut sama bayangan sendiri.

Jumat barokah. Baru saja dapat pencerahan agama sama pak ustadz, sekarang dapat pengetahuan baru tentang lalat. Tapi apakah itu benar, lalat takut sama bayangan sendiri? Kalau teman yang takut dengan masa lalunya sendiri sih saya pernah dengar.

Mari kita coba telaah bersama-sama.

Menurut Wikipedia, lalat termasuk ke dalam ordo Diptera atau serangga dengan dua sayap. Ordo diptera ini sering pula dinamakan dengan serangga terbang sejati (true flies). Lalat mampu terbang dengan frekuensi kepakan sayap mencapai minimal 200 kepakan per detik, dengan kemampuan terbang yang luar biasa. Lalat mampu terbang seketika langsung dengan kecepatan yang tinggi tanpa perlu melaju di landasan sebagaimana pesawat terbang, atau tanpa perlu dengan kecepatan bertahap sebagaimana helikopter. Lalat juga terkenal dengan kemampuan manuver terbangnya yang sangat luar biasa, mampu melakukan gerakan jungkir balik dan akrobatik tanpa cacat, dan mampu mendarat dengan sempurna di suatu permukaan benda.

Kehebatan terbang lalat ternyata didukung juga oleh fungsi penglihatannya yang luar biasa, lalat punya mata yang dikenal sebagai mata mejemuk. Mata majemuk merupakan mata yang memiliki ribuan reseptor warna individual (penerima warna), setiap reseptor ini memiliki lensa masing-masing. Bandingkan dengan manusia yang hanya memiliki satu lensa di tiap biji mata, oh iya sebagai tambahan lensa berfungsi untuk memfokuskan gambar. struktur mata mejemuk lalat ini memungkinkan lalat bisa melihat dengan sudut lebar (lebih dari 90 derajat). Lapang pandang mata manusia maksimal hanya sampai 90 derajat, itupun jika manusia melihat ke arah samping.

Aih, pantas saja susah memukul atau menangkap lalat yah.

Setangguh-tangguhnya Superman, tetap saja lemah jika berhadapan dengan batu Krypton, sehebat-hebatnya lalat, tetap saja lemah jika berhadapan dengan kantung plastik berisi air. Kehebatan mata lalat, ternyata sekaligus menjadi celah untuk kelemahan lalat.

Ketika kantung plastik berisi air digantung, air akan membiaskan cahaya. Pada dasarnya mata memang hanya menangkap cahaya, alasan kenapa kita tidak bisa melihat di tempat gelap. Cahaya yang datang akan dibelokkan saat cahaya tersebut melewati air, dengan demikian bayangan yang muncul juga akan bergeser dari letak objek sebenarnya. Pembiasan ini yang mendasari penggunaan kantung plastik air, pembiasan ini ternyata menggangu indera penglihatan lalat. Gambar yang ditangkap mata lalat tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, hingga membuat lalat bingung saat terbang. Penggunaan kantung plastik air ini adalah ilusi optik, yang diharapkan membuat bingung lalat sehingga terbang menjauh.

Berarti pernyataan lalat takut bayangan sendiri itu salah, kantung plastik bukan memantulkan bayangan lalat tapi justru memantulkan secara bias lingkungan yang ada di sekeliling. Si lalat bingung dengan ilusi ini dan terbang menjauh, mungkin kalau lalat tidak terbang menjauh akan muntah-muntah karena mabuk terbang yah. Padahal hampir saja muncul anggapan lalat takut bayangan sendiri karena malu dengan wajah sendiri.

Meski yang dikatakan mas penjual bakso tidak benar, saya tetap harus berterima kasih. Paling tidak saya jadi tahu kalau kantung plastik berisi air bisa mengusir lalat, sudah terbukti pula ketika saya makan bakso di warungnya tidak pernah sekalipun saya terusik oleh kehadiran lalat.